Mahasiswa Unpam Gelar Demonstrasi dengan Bakar Ban di Depan Kantor Pemkot Tangsel

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 10 Juni 2024 | 20:31 WIB
Aksi para demonstran membakar ban sebagai bentuk protes
Aksi para demonstran membakar ban sebagai bentuk protes

Ciputat, bidiktangsel.com - Sejumlah mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) menggelar demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) di Jalan Maruga Raya, Kecamatan Ciputat.

Aksi ini menjadi sorotan setelah para demonstran membakar ban sebagai bentuk protes mereka.

Demonstrasi tersebut dilakukan sebagai kritik terhadap Pemkot Tangsel yang dianggap lalai dalam menerapkan pembatasan jam operasional kendaraan truk. Kebijakan ini sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 58 Tahun 2019 tentang Pembatasan Operasional Mobil Barang. Namun, mahasiswa menilai bahwa aturan ini tidak dijalankan dengan tegas.

Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Tangerang Amankan Lima PSK di Balaraja, Terjaring Razia atas Aduan Masyarakat

Menurut pantauan media di lapangan, para demonstran dengan lantang menuntut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel untuk bertindak lebih tegas dalam menegakkan peraturan tersebut.

Mereka menyatakan bahwa kelalaian Dishub telah mengakibatkan korban jiwa akibat ketidakpatuhan truk terhadap jam operasional yang telah ditetapkan.

"Dishub Kota Tangsel telah lalai dalam menegakkan jam operasional truk, yang mengakibatkan adanya korban jiwa," ujar seorang demonstran dalam orasinya di depan kantor Pemkot Tangsel.

Aksi demonstrasi semakin memanas ketika terjadi dorong-mendorong antara mahasiswa dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel dan aparat kepolisian.

Baca Juga: ASN Kabupaten Tangerang Diimbau Gunakan Produk Lokal

Insiden pembakaran ban semakin memperkeruh suasana, menyebabkan kerusakan pada Barrier Gate (Palang Pintu Otomatis) di pintu masuk Pemkot Tangsel.

Dalam kekacauan tersebut, seorang mahasiswa jatuh dan mengalami kesulitan bernapas setelah berusaha menyelamatkan temannya saat terjadi bentrokan dengan Satpol PP dan polisi.

Mahasiswa tersebut mengklaim bahwa ia terkena tendangan pada bagian vitalnya oleh salah satu aparat.

"Saya tidak bisa bernapas, bagian alat vital saya diduga terkena tendangan aparat," ungkapnya saat dikonfirmasi di lokasi.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X