Serpong, bidiktangsel.com - Pengurusan dan pengelolaan sampah di wilayah Tangsel, khususnya di Cipeucang, masih belum menemui solusi definitif.
Hal ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk budayawan dan pencinta lingkungan Uten Sutendy.
Uten menyoroti kurangnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan terkait sampah.
Baca Juga: Tangsel Targetkan Juara Umum Popda dan Peparpeda Banten 2024 untuk Menuju Juara Umum Porprov 2026
Menurutnya, Pemkot Tangsel terkesan tertutup dan tidak mau mendengarkan pendapat para ahli dan warga Tangsel.
"Saya sendiri tidak mengerti kenapa begitu?! Tiba-tiba sampah dibuang ke Serang, terus ke Nambo Bogor, terus sekarang ke Rumpin. Nah ini ada apa?!," kata Uten yang juga dikenal sebagai motivator.
Uten menegaskan bahwa Tangsel memiliki banyak tokoh masyarakat dan ahli di bidang persampahan yang bisa diajak bicara untuk mencari solusi terbaik.
Ia mengusulkan berbagai bentuk keterbukaan, seperti diskusi publik, workshop, atau sekedar obrolan santai.
Baca Juga: Pemerintah Tangsel Perkuat Kolaborasi dengan Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Kemajuan Kota
"Gak harus mahal," kata Uten.
Kurangnya transparansi ini diperparah dengan penolakan warga Rumpin terhadap pembuangan sampah di wilayah mereka.
Terakhir, tender terkait pengelolaan sampah Cipeucang pun tak bisa diakses publik.
"Kesan-kesan kurang sedap itu harus segera dibuang, diatasi," tegas Uten.
Persoalan sampah di Tangsel, khususnya di Cipeucang, telah menjadi momok bagi citra Pemkot di mata publik.
Artikel Terkait
Wali Kota Tangsel Pastikan Bantuan Terdistribusi Tepat Sasaran ke Korban Banjir Sungai Cisadane
Diskominfo Tangsel Siap Dukung Kelancaran PPDB SMPN 2024/2025
Tangsel Tingkatkan Kapasitas SDM Pelaksana PSKS untuk Pelayanan Sosial yang Lebih Baik
Ciptakan Generasi Adaptif dan Kompetitif, Tangsel Gelar Lomba Kompetensi Siswa SMP
Wali Kota Tangsel Resmikan 5 Infrastruktur di Kecamatan Setu: Dari Tandon hingga Balai Warga