Sampah Cipeucang Terus Menggunung, Kenapa Pengurusannya Tak Kunjung Beres?

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 5 Juni 2024 | 18:48 WIB
Uten Sutendy, seorang budayawan dan seorang motivator, angkat bicara.
Uten Sutendy, seorang budayawan dan seorang motivator, angkat bicara.

Serpong, bidiktangsel.com - Pengurusan dan pengelolaan sampah di wilayah Tangsel, khususnya di Cipeucang, masih belum menemui solusi definitif.

Hal ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk budayawan dan pencinta lingkungan Uten Sutendy.

Uten menyoroti kurangnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan terkait sampah.

Baca Juga: Tangsel Targetkan Juara Umum Popda dan Peparpeda Banten 2024 untuk Menuju Juara Umum Porprov 2026

Menurutnya, Pemkot Tangsel terkesan tertutup dan tidak mau mendengarkan pendapat para ahli dan warga Tangsel.

"Saya sendiri tidak mengerti kenapa begitu?! Tiba-tiba sampah dibuang ke Serang, terus ke Nambo Bogor, terus sekarang ke Rumpin. Nah ini ada apa?!," kata Uten yang juga dikenal sebagai motivator.

Uten menegaskan bahwa Tangsel memiliki banyak tokoh masyarakat dan ahli di bidang persampahan yang bisa diajak bicara untuk mencari solusi terbaik.

Ia mengusulkan berbagai bentuk keterbukaan, seperti diskusi publik, workshop, atau sekedar obrolan santai.

Baca Juga: Pemerintah Tangsel Perkuat Kolaborasi dengan Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Kemajuan Kota

"Gak harus mahal," kata Uten.

Kurangnya transparansi ini diperparah dengan penolakan warga Rumpin terhadap pembuangan sampah di wilayah mereka.

Terakhir, tender terkait pengelolaan sampah Cipeucang pun tak bisa diakses publik.

"Kesan-kesan kurang sedap itu harus segera dibuang, diatasi," tegas Uten.

Persoalan sampah di Tangsel, khususnya di Cipeucang, telah menjadi momok bagi citra Pemkot di mata publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X