Audit Stunting Tangsel, Targetkan Tekan Angka Stunting Jadi 7 Persen

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 29 November 2023 | 10:40 WIB
Audit stunting yang digelar oleh Pemkot Tangsel
Audit stunting yang digelar oleh Pemkot Tangsel

Ciputat, bidiktangsel.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus berupaya menekan angka stunting di wilayahnya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya audit stunting pada Selasa (28/11).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya menargetkan angka stunting di Tangsel turun menjadi 7 persen pada tahun 2023. Target ini merupakan penurunan dari angka stunting tahun 2022 yang sebesar 9 persen.

"Pemerintah sangat serius dalam menurunkan angka stunting. Alhamdulillah kita sebelumnya 19,9 persen di 2021, lalu jadi 9 persen 2022, dan targetnya syukur tahun ini bisa 7 persen. Karena turun satu persen saja bukan hal yang sederhana," ucap Benyamin.

Baca Juga: Manfaat Laporan keuangan untuk Pihak Internal dan Eksternal

Benyamin bahkan memiliki target angka stunting hingga 0 persen. Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya kerja keras secara kolaboratif untuk mewujudkan target tersebut.

"Nanti kita hitung lagi, makanya ini harus dilakukan audit dulu pada hari ini," katanya.

Audit stunting yang digelar oleh Pemkot Tangsel merupakan upaya untuk mengetahui penyebab stunting dari sasaran ekspose stunting. Hasil audit ini kemudian akan menjadi rekomendasi rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Cahyadi mengatakan, audit stunting dilakukan dalam empat tahap.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Distribusikan Bansos KRS untuk Cegah Stunting

"Pertama pembentukan tim audit kasus stunting. Kedua pelaksanaan audit dan manajemen pendampingan, ketiga diseminasi audit kasus stunting dan keempat evaluasi rencana tindak lanjut kasus stunting," ungkapnya.

Untuk di tahun 2023, terdapat 531 sampling sasaran risiko stunting untuk diaudit. Data tersebut diambil dari puskesmas berdasarkan kasus dan wilayah.

"Terdiri dari balita sebanyak 164, calon pengantin 47, batita 116 anak, ibu nifas 32 dan ibu hamil 172," jelasnya.

Cahyadi berharap, audit stunting ini dapat menjadi langkah strategis untuk menurunkan angka stunting di Tangsel. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Diskominfo Kota Tangsel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X