Sayur Lilin: Si Mungil Kaya Manfaat yang Jarang Diketahui, Pangan Lokal Kaya Gizi dengan Beragam Untuk Kesehatan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 3 Juli 2024 | 21:23 WIB
Sayur lilin memiliki bentuk yang menyerupai tebu.
Sayur lilin memiliki bentuk yang menyerupai tebu.

Artikel, bidiktangsel.com - Nama sayur lilin atau tebu telur, yang juga dikenal dengan nama ilmiah Saccharum edule, sudah tidak asing lagi di telinga kita.

Tanaman ini telah menjadi salah satu pangan lokal yang dikonsumsi setiap hari dan memiliki nilai gizi tinggi untuk pemenuhan protein.

Sayur lilin memiliki bentuk yang menyerupai tebu, namun perbedaannya terletak pada bagian yang dikonsumsi.

Baca Juga: PWI Pusat Bentuk Satgas Anti Kekerasan Wartawan Usai Kebakaran Rumah Jurnalis di Karo dan Labuhanbatu

Jika tebu dimakan batangnya, pada sayur lilin yang dimakan adalah bakal bunga yang belum mekar, tersembunyi di balik daun pembungkus.

Menurut laporan dari Mongabay.com, di Indonesia, sayur lilin atau tebu telur memiliki beragam nama di setiap daerah. Di Pulau Jawa, misalnya, dikenal sebagai tebu telur atau sayur terubuk.

Masyarakat Jawa Barat menyebutnya tiwu endog atau terubus, sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur disebut tebu endog atau tebu terubuk.

Nama "endog" atau "telur" merujuk pada bagian yang dimakan yang teksturnya mirip telur ikan.

Baca Juga: Silaturahmi dan Diskusi, Bukan Mediasi, Pertemuan Disperindag Tangsel dan P3C Bahas Tata Kelola Pasar Ciputat

Di Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, terdapat beberapa jenis sayur lilin yang telah diidentifikasi.

Menurut Jurnal Agrologia, jenis-jenis tersebut meliputi putih pendek, putih panjang, kuning pendek, kuning panjang, dan putih panjang dengan batang kemerahan.

Di Papua, sayur lilin memiliki nilai kultural tinggi dan telah ditanam sejak masa prasejarah.

Menurut Hari Suroto, seorang peneliti arkeologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), varietas sayur lilin di Papua lebih banyak dan termasuk tanaman yang pertama kali dibudidayakan di masa awal budaya pertanian di wilayah tersebut.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Artikel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X