Ditegaskan, fiskal APBN dan APBD yang positif didukung kinerja moniter yang juga positif telah berhasil menjaga masyarakat dan perekonomian Indonesia. Terbukti tangguh menghadapi berbagai goncangan dan ancaman ketidakpastian kinerja fiskal dan moniter tahun 2022. Serta, mampu meredam gejolak ekonomi dan mendorong pemulihan ekonomi di Indonesia.
“Perekonomian di Provinsi Banten telah kembali pulih pasca pandemi Covid-19. PDB Provinsi Banten telah tumbuh kuat, Triwulan III 2022 years on years sebesar 5,71%. Sudah melampaui level PDB pra pandemi Covid-19,” ungkap Al Muktabar.
“Selain itu, beberapa indikator ekonomi makro juga menunjukkan penguatan. Inflasi terkendali, pada Desember 2022 inflasi di Provinsi Banten tercatat sebesar 4,56% dan masuk lima besar inflasi terendah secara Nasional. Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Banten pada tahun 2022 yang ditargetkan 73, 32 lebih tinggi dari IPM Nasional 72,91,” tambahnya.
“Sinergi APBD dan APBN mendukung program pemulihan ekonomi. Dan upaya untuk menjaga dampak adanya ketidakpastian,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat terhadap perekonomian Provinsi Banten di Tahun 2023.
“Kita optimis untuk menghadapi Tahun 2023,” ungkapnya.
Menurutnya, hal ini didasari salah satunya oleh komposisi alokasi kredit di Provinsi Banten yang mayoritas kredit investasi dan kredit belanja modal. Sehingga mampu mendorong perekonomian Provinsi Banten. Selain itu, transaksi keuangan di Provinsi Banten terus mengalami peningkatan.
Namun Imaduddin mengingatkan, perekonomian Provinsi Banten Tahun 2023 masih mengalami tekanan ekonomi global, tekanan daya beli masyarakat, tekanan harga impor, serta tren harga komoditas dunia.