“Jumlah tim dan atlet yang berangkat tentu berpengaruh pada mental juang mereka. Dan sebenarnya kami punya banyak atlet dari banyak Dojo yang ada di Banten. Belum lagi jika nanti diberikan perhatian lebih oleh KONI, potensi atlet kami sebenarnya luar biasa,” jelas Ketua Perkemi Prov. Banten yang tercatat masih aktif bertugas di Mabes Polri tersebut.
Meski sudah menyatakan diri cukup puas dengan prestasi yang ditorehkan atletnya, Dewa mengaku masih menyisakan sedikit rasa kurang nyaman karena terbatasnya kuota yang diberikan untuk cabor Kempo.
Karena jika dibanding dengan cabor lain, ada cabor yang dinilai sebagai cabor prioritas dan memberangkatkan banyak atlet dan tim namun tidak membawa pulang medali sama sekali.
“Jadi sebenarnya bisa dibilang kami dari Perkemi Banten belum bisa tancap gas poll pada PON XX ini,” sesal Dewa Wijaya.
“Semoga kedepan kempo Banten makin aju dan bertambah terus umlah Dojo-nya. Sehingga mampu menjaring dan membina banyak atlet muda berbakat. Semua tentu tidak lepas dari peran serta dan dukungan Ketua dan Pengurus Koni Prov. Banten. Karena pembinaan atlet jelas tak mungkin lepas dari keseriusan terkait dukungan anggaran dan pembinaan cabor-cabor di Prov. Banten,” pungkasnya menutup percakapan sore itu. (*/Red)