“Gardu Induk ini mengalihkan sebagian beban dari GI 150 kV/20 kV Serang, sehingga dapat menampung pertambahan beban baru di Serang dan sekitarnya,” ujar Haryanto.
Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan selalu diupayakan PLN dengan sebaik-baiknya tanpa kenal henti meski saat ini Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.
Tercatat, PLN berhasil melaksanakan memberikan tegangan pada 3 proyek selama 3 hari berturut-turut, yaitu SUTET 500 kV Balaraja - Kembangan Line #1 pada Sabtu (28/08), SUTT 150 kV Suvarna – Cikupa pada Minggu (29/8) kemarin, dan GI 150 kV GMS bay KTT GMS pada hari ini.
Program Cuti Daya
Selain menyelesaikan proyek ketenagalistrikan, PLN juga berkomitmen mendukung pemulihan industri di tengah pandemi Covid-19 melalui stimulus kelistrikan pemerintah yang disalurkan PLN berupa pemberlakuan tarif minimum.
PT Gunung Mulia Steel, merupakan salah satu penikmat memanfaatkan program cuti daya untuk pelanggan daya 200 kilo Volt Ampere (kVA). Saat ini, telah siap kembali beroperasi.
Untuk itu, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten melakukan memberikan tegangan pemulihan daya konsumen tegangan tinggi ke Gunung Mulia Steel dengan daya 35.000 kVA pada 30 Agustus 2021.
“Ini menjadi bukti komitmen PLN selalu siap untuk melayani pelanggan kapan saja. Pada April 2020 lalu ketika awal pandemi, sangat berdampak pada sektor industri. Beberapa pelanggan mengajukan cuti daya. PT Gunung Mulia Steel saat ini telah siap untuk berproduksinya kembali dan PLN tentunya siap untuk mendukung hal ini,” ungkap Haryanto.