Baca Juga: Begini Detik-detik Saat Indonesia Luncurkan SNL dari AS
Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor, partisipasi publik, dan inovasi pelayanan kesehatan menjadi kunci untuk mewujudkan layanan yang inklusif, responsif, dan berkeadilan.
“Harapannya peningkatan pelayanan tidak hanya terjadi di RSUD Banten, tetapi juga di seluruh fasilitas kesehatan di Provinsi Banten,” tegasnya.
RSUD Banten Dorong Evaluasi dan Inovasi
Sementara itu, Direktur RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen melakukan evaluasi layanan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pembukaan kanal masukan dari masyarakat.
Baca Juga: Peringatan Tsunami Menggema usai Wilayah Pesisir Timur di Rusia Itu Ditempa 7,4 Magnitudo
“RSUD Banten menerima masukan melalui berbagai cara, baik langsung di bagian informasi atau humas promkes, maupun lewat kanal online, media sosial, hingga whistleblower system. Semua keluhan dan saran merupakan modal berharga untuk mengetahui kebutuhan masyarakat,” jelas Danang.
Sebagai langkah inovasi, RSUD Banten juga meluncurkan program Gercep Sidumas (Gerakan Cepat Mengatasi Pengaduan Masyarakat).
Inovasi ini difokuskan untuk memastikan pasien mendapat sambutan ramah, penjelasan alur layanan, serta solusi cepat atas setiap keluhan.
Baca Juga: Pembobolan Rekening Dana Nasabah Rp70 Miliar, BCA Pastikan Sistem Aman dan Lakukan Investigasi
“Pasien yang disambut dengan baik akan merasa dihargai dan terbantu. Bahkan sambutan ramah bisa memberi rasa tenang sebelum mereka mendapatkan perawatan,” tambah Danang.
Komitmen Meningkatkan Kepercayaan Publik
Melalui forum konsultasi publik dan inovasi pelayanan, RSUD Banten diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Profesionalitas yang ditopang oleh empati dan integritas diharapkan menjadi standar baru dalam pelayanan kesehatan di Banten.
(***)