Kota Serang, bidiktangsel.com — Dalam rangkaian acara Anniversary ke-2 Forum Pimred Multimedia Indonesia (FPRMI) dan Pimred Award 2025 yang digelar di Hotel Aston Serang, kegiatan Bedah Buku Margono Djojohadikusumo menjadi salah satu sorotan utama.
Buku ini mengangkat sosok Margono Djojohadikusumo, seorang tokoh nasional, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) dan ayah dari ekonom ternama Prof. Sumitro Djojohadikusumo.
Baca Juga: Pimred Award 2025: Benyamin Davnie Dianugerahi Wali Kota Terbaik Bidang Informasi Publik
Dalam sesi dialog, HMU Kurniadi, salah satu penulis utama buku tersebut, mengungkap secara mendalam proses panjang yang dilalui dalam menyusun karya sejarah ini.
Ia mengisahkan bahwa gagasan awal muncul usai kunjungan ke redaksi PWI Pusat dalam rangka diskusi visi kebangsaan, lalu berkembang menjadi sebuah inisiatif penulisan serius yang melibatkan banyak pihak.
“Sebenarnya ide buku ini lahir dari diskusi kami dengan Mas Iqbal, lalu dilanjutkan dengan riset dan penelusuran arsip yang sangat mendalam. Kami dibantu oleh keluarga besar Pak Margono, termasuk Ibu Finda dan Bu Endah yang membuka akses ke dokumentasi otentik,” jelas Kurniadi.
Baca Juga: Menteri Fadlizon Terima Penghargaan Pena Emas 2025, FPRMI Apresiasi Dedikasi Literasi Kebangsaan
Ia menambahkan bahwa riset dilakukan tidak hanya melalui wawancara, tetapi juga dengan menggali koleksi foto dan dokumen asli yang selama ini belum pernah dipublikasikan secara luas.
Salah satu sumber utama yang disebutkan adalah Kepustakaan Presiden RI yang menyimpan arsip lengkap perjalanan hidup Margono.
“Satu foto saja bisa memakan waktu berhari-hari untuk dipilih, karena kami ingin buku ini menyajikan narasi yang bukan hanya informatif tapi juga autentik secara visual,” kata Kurniadi.
Baca Juga: Bedah Buku Margono Djojohadikusumo Jadi Momen Memahami Perjuangan Ekonomi Bangsa
Buku ini rencananya akan resmi diluncurkan secara nasional pada 1 Agustus 2025 di Gedung OP.62 Jakarta, dan akan didistribusikan ke berbagai toko buku dan platform daring di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini turut menjadi bagian dari komitmen FPRMI dalam mendorong literasi sejarah dan memperkuat keteladanan tokoh-tokoh bangsa yang berkontribusi dalam perjuangan ekonomi dan kemerdekaan Indonesia.
(***)