Ditulis oleh: Sudin Antoro
Ketua DPW Banten IMO Indonesia
Banten – Dalam situasi ekonomi nasional yang tengah menghadapi berbagai tantangan global dan domestik, menjaga iklim dunia usaha agar tetap kondusif menjadi keharusan bersama. Tidak terkecuali di Provinsi Banten, yang kini menjadi salah satu magnet investasi nasional, baik dari dalam maupun luar negeri.
Sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Provinsi Banten, saya baru-baru ini, Kamis (15/5/2025), berkesempatan berdiskusi secara santai dengan Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, di Jakarta Selatan. Kami berbincang mengenai dinamika dunia usaha di daerah, khususnya Banten.
Karakteristik Unik Banten dalam Lanskap Investasi Nasional
Banten merupakan wilayah yang memiliki potensi ekonomi cukup dinamis. Kehadiran industri besar seperti petrokimia, baja, tekstil, hingga manufaktur padat karya menjadikan Banten sebagai wilayah strategis. Sebaran kawasan industri di Cilegon, Serang, hingga Tangerang menciptakan ekosistem bisnis yang unik sekaligus menantang.
Namun, justru dalam kekuatan itu terdapat pula kompleksitas. Banyak perusahaan yang beroperasi di Banten namun mengurus perizinan dan administrasi di Jakarta. Alhasil, kontribusi pajak daerah yang semestinya menjadi bagian dari pendapatan asli daerah (PAD) Banten malah mengalir ke DKI Jakarta. Ini menjadi catatan penting, seperti yang pernah disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam rapat dengan DPR RI bulan April lalu.
Meski begitu, Banten mencatatkan capaian luar biasa. Investasi Banten pada 2024 mencapai Rp105,62 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp119,5 triliun pada 2025—atau 6,27% dari target investasi nasional. Hal ini turut mendongkrak kemandirian fiskal Banten, di mana 70,69% APBD disumbang oleh PAD.
Empat Pilar Penguatan Dunia Usaha: Harapan kepada Pemerintah Daerah
Dalam rangka menjaga dan merawat iklim usaha, terdapat empat pilar utama yang menjadi harapan pelaku usaha kepada pemerintah daerah:
-
Kemudahan dan Kepastian Perizinan
Perizinan yang mudah dan tidak berbelit adalah pintu pertama masuknya investor. Pemerintah daerah perlu menjamin kenyamanan dan stabilitas agar para investor menanamkan modalnya dengan rasa aman. Harmonisasi antara kebijakan pusat dan daerah harus selaras agar tidak menimbulkan tumpang tindih peraturan. -
Kepastian Hukum dan Perlindungan Investasi
Dunia usaha butuh kepastian hukum sebagai bentuk perlindungan jangka panjang. Ketika regulasi berubah tanpa arah yang jelas, investor akan ragu. Maka, kepastian hukum menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar dalam pembangunan iklim usaha yang sehat. -
Ketersediaan dan Konektivitas Infrastruktur
Akses jalan, pelabuhan, hingga konektivitas logistik menjadi daya tarik utama. Banten sudah berada di jalur yang baik, seperti kawasan industri Cilegon yang terhubung langsung dengan jalan tol dan pelabuhan. Pemerintah daerah pun telah membangun jalur strategis seperti Serang–Carita via Ciomas dan Padarincang yang mendukung sektor wisata dan distribusi barang.