Komoditas ekspor utama meliputi alat ukur, perhiasan, dan ikan segar, sementara impor didominasi oleh minyak, logam mulia, dan alat komunikasi.
Baca Juga: Maarten Paes Buka Rahasia Taktik China Jelang Duel Penentu Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pengelolaan aset negara juga mencatat progres signifikan. Total realisasi PNBP dari pengelolaan aset hingga Maret 2025 mencapai Rp20,68 miliar atau 24,29% dari target.
Termasuk di dalamnya pendapatan dari lelang (Rp14,56 miliar) dan piutang negara (Rp33,84 juta).
Pokok lelang mencapai Rp435,57 miliar dengan jenis lelang dominan berupa hak tanggungan, non-eksekusi sukarela, dan jaminan fidusia. Sertifikasi BMN sudah terealisasi sebanyak 98 bidang (30,43% target).
Khusus untuk pembiayaan Proyek Strategis Nasional (PSN), realisasi mencapai Rp95,73 miliar hingga Maret 2025, yang difokuskan pada proyek Bendungan Karian, Air Baku Karian, dan Tol Serang–Panimbang. Secara kumulatif, sejak awal pelaksanaan, realisasi PSN di Banten telah menyentuh angka Rp16,53 triliun.
Secara keseluruhan, kinerja APBN Regional Banten hingga triwulan pertama 2025 menunjukkan optimisme dalam pemulihan ekonomi dan percepatan pembangunan daerah. Kolaborasi lintas instansi Kemenkeu Satu di Banten menjadi kunci keberhasilan realisasi anggaran secara akuntabel dan tepat sasaran.
(***)