Baca Juga: Pj Gubernur Banten Al Muktabar Optimis Bank Banten Semakin Kuat melalui KUB dengan Bank Jatim
Pendekatan pentahelix menjadi strategi utama untuk memastikan semua pihak terlibat aktif dalam menurunkan pengangguran.
Agus juga menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di Banten.
“Bonus demografi adalah tantangan sekaligus peluang. Dengan kolaborasi yang solid, kita dapat meningkatkan kompetensi SDM agar siap memasuki lapangan kerja atau menciptakan peluang usaha baru,” tegasnya.
Baca Juga: Menuju Indonesia Emas 2045: DWP Tangsel Rayakan HUT ke-25 dengan Pelestarian Budaya Lokal
FGD ini dihadiri oleh sejumlah narasumber berkompeten, termasuk Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Darmawansyah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Tubagus Ismail, Ahli Statistik BPS Provinsi Banten Nurina Paramitasari, dan Kepala Bidang Disnakertrans Provinsi Banten Yuni Stiasari.
Melalui diskusi ini, Provinsi Banten diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dan inovatif untuk mengatasi pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
FGD ini menjadi momentum penting bagi Provinsi Banten untuk mengakselerasi penurunan tingkat pengangguran dengan mengedepankan kolaborasi dan inovasi.
Baca Juga: Program Pelajar Tangerang Mengaji Berhasil Cetak 10.522 Tahfiz Qur'an di Tahun 2024
Semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan langkah-langkah konkret dan kolaborasi yang baik, kita optimis mampu mencapai target pembangunan yang lebih baik untuk masa depan Banten,” pungkas Agus.
Penanganan pengangguran yang solid diharapkan dapat membawa Banten menjadi salah satu provinsi dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia. (***)