banten-raya

Debat Publik Calon Gubernur Banten 2024, Airin Rachmi Diany Sebut Program Santri Inovator untuk Pesantren

Jumat, 8 November 2024 | 15:59 WIB
debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Banten 2024.

Kota Serang, bidiktangsel.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten menyelenggarakan debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Banten 2024 pada Kamis malam. 

Debat ini mempertemukan dua pasangan calon (paslon) yang memaparkan visi dan program mereka, khususnya terkait isu-isu krusial seperti pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan.

Baca Juga: Debat Calon Gubernur Banten 2024: Paslon Airin-Ade Tantang Paslon Andra-Dimyati Soal Target Pembangunan

Pada sesi tanya jawab, paslon nomor urut 2, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah, mengajukan pertanyaan kepada paslon nomor urut 1, Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi. 

Andra menyoroti tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Banten yang masih menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.

Menurutnya, salah satu akar permasalahan tersebut adalah akses pendidikan yang belum optimal.

Andra Soni mengajukan pertanyaan kritis tentang program pendidikan gratis di Provinsi Banten sebagai solusi untuk memutus rantai kemiskinan. 

Baca Juga: Rano Karno Hapus Foto dengan Tersangka Pengendali Judi Online, Netizen Soroti Pertemuan

"Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kualitas pendidikan yang belum memadai," ujar Andra. 

Ia menegaskan komitmennya jika terpilih, akan menjalankan program sekolah gratis sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi angka pengangguran.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Airin Rachmi Diany menekankan bahwa sekolah gratis bukanlah satu-satunya solusi untuk masalah pendidikan di Banten. 

Menurutnya, perlu ada peningkatan kualitas pendidikan yang lebih komprehensif. 

Baca Juga: Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024: Fokus pada Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan

"Sekolah gratis hanya satu aspek, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas pendidikan. Kami akan fokus pada pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," kata Airin.

Halaman:

Tags

Terkini