Kota Serang, bidiktangsel.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten menggelar debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pada Rabu (16/10/2024), yang disiarkan langsung melalui streaming oleh KPU Provinsi Banten.
Acara ini menjadi ajang tanya jawab antar pasangan calon (paslon) dalam menyampaikan visi, misi, serta rencana kerja mereka untuk membangun Banten ke depan.
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Tangsel Menguat, Pemkot Stabilkan Harga dan Dorong Peran UMKM
Salah satu topik yang mendapat sorotan adalah tentang "Blue Economy," sebuah konsep ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Paslon nomor urut 1, Airin Rachmi Diany dan wakilnya Ade, mengangkat pertanyaan kritis kepada paslon nomor urut 2, AndraSoni dan Dimyati Natakusumah, terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk meningkatkan Indeks Blue Economy Banten, yang berada di bawah rata-rata nasional.
Paslon nomor urut 2, AndraSoni, menjawab bahwa meskipun Banten memiliki potensi besar dengan letaknya yang strategis di Pulau Jawa dan dekat dengan ibu kota Jakarta, provinsi ini masih tertinggal dalam banyak indikator pembangunan.
Mereka menyoroti tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka di Banten, yang menurut mereka, menjadi paradoks di tengah potensi besar yang dimiliki daerah tersebut.
“Kita tidak bisa membiarkan angka-angka ini terus memburuk. Tujuan pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang baik, dan pekerjaan yang dapat mengangkat taraf hidup mereka,” tegas AndraSoni, calon Gubernur nomor urut 2.
Setelah mendengarkan jawaban dari paslon nomor urut 2, Airin memberikan respons yang menekankan pentingnya memaksimalkan potensi maritim Banten.
Menurut Airin, provinsi Banten memiliki kewenangan atas laut seluas 12 mil yang belum dikelola secara maksimal.
Dia menekankan perlunya fokus pada aspek lingkungan, konservasi laut, dan pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi blue economy untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Dari segi ekonomi, industrialisasi sektor kelautan dan pariwisata perlu didorong. Kita juga harus memastikan kesejahteraan para nelayan dengan menyediakan fasilitas seperti jaring, cool storage, dan pelelangan ikan yang efisien, serta memastikan perlindungan kesehatan melalui BPJS dan keselamatan kerja bagi para nelayan,” ujar Airin.