Kota Serang, bidiktangsel.com - Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, secara resmi menutup acara Roadshow Bus KPK 2024 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, pada Minggu (8/9/2024).
Al Muktabar menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi masyarakat Banten dalam kegiatan tersebut, yang berlangsung selama beberapa hari.
Baca Juga: Kapolsek Pagedangan: Ungkap Sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor
Al Muktabar menyoroti betapa pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memperkuat budaya antikorupsi.
"Partisipasi masyarakat Banten sangat tinggi dalam roadshow ini, dan kami berharap semangat saling mengingatkan dapat terus membudaya, sehingga dampak positif dari upaya pencegahan korupsi bisa dirasakan di masa mendatang," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa upaya membangun budaya antikorupsi harus terus dilakukan secara berkesinambungan di semua lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga tempat kerja.
Khususnya, ia menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penyelenggara negara dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi.
Baca Juga: Kapolsek Curug, Ungkap Kasus Penangkapan Dua Pelaku Pencurian Motor
"Pesan-pesan dari KPK selama tiga hari ini harus menjadi pedoman kita bersama," tambahnya.
Al Muktabar juga mengucapkan terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang secara konsisten memberikan arahan dalam berbagai aspek pemerintahan, termasuk pengelolaan aset daerah dan kepegawaian.
Ia mengungkapkan, berkat arahan dari KPK, kondisi APBD Provinsi Banten tetap stabil, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang terencana dan terukur.
Sementara itu, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengungkapkan bahwa roadshow yang berlangsung selama empat bulan ini telah menjelajahi Pulau Jawa, dari Madura hingga penutupan di Banten.
Baca Juga: Kapolres Tangsel Ungkap Jaringan Pencurian dengan Ancaman Hukuman 20 Tahun
Selama perjalanan tersebut, sebanyak 14 kota telah dikunjungi dengan beragam kegiatan yang berfokus pada pendidikan dan pencegahan korupsi.