Serang, bidiktangsel.com – Pergelaran Wastra Banten 2024 berhasil memukau ribuan pasang mata yang hadir di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten pada Jumat (23/8/2024).
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan HUT ke-79 Kemerdekaan RI ini menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para perancang busana dan pengrajin kain tradisional Banten.
Baca Juga: Airin Rachmi Diany Siap Maju Pilkada Banten: Terima Kasih atas Dukungan PDI Perjuangan
Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap acara ini.
"Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ke depan, kita akan dorong kegiatan Wastra Banten ini masuk ke dalam kalender event tahunan," ujarnya.
Al Muktabar melihat potensi besar dari industri fashion berbasis tenun tradisional Banten.
"Saya sudah berkomunikasi dengan beberapa perancang busana yang terlibat, dan mereka memiliki rencana besar untuk mempromosikan kain tenun khas Banten ke tingkat nasional bahkan internasional," imbuhnya.
Baca Juga: Benyamin Davnie Siap Jalankan Amanah PDIP dan Konsolidasi Pemenangan
Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tine Al Muktabar, berharap Wastra Banten tidak hanya dikenal sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sebagai pakaian modern yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.
"Kami akan terus melakukan sosialisasi Wastra Banten melalui berbagai event nasional dan kegiatan di daerah," katanya.
Dewan juri telah menentukan para pemenang dalam berbagai kategori. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Kategori TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota Juara 1: TP PKK Provinsi Banten
- Kategori Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota Juara 1: Kota Tangerang
- Kategori Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten/Kota Juara 1: Kabupaten Lebak
- Kategori Masyarakat/Profesional Juara 1: Dian Yunialestari
- Kategori Pelajar Juara 1: SMA Negeri 1 Maja
Baca Juga: Pilar Saga Ichsan: Golkar dan PDIP di Tangsel Akan Solid, Harapan Kami Besar untuk Provinsi Banten
Adapun tim penilai lomba wastra Banten yaitu Akhsaniyati Kholisoh, Lia Amalia, Dimita Agustin, Eneng Nurcahyati, Umsaroh dan Wiji Astuti. (***)