Kabupaten Tangerang, bidiktangsel.com - Call Center 112 Kabupaten Tangerang menerima panggilan/laporan sebanyak 30.859 dari masyarakat pada tahun 2023.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 425 panggilan/laporan merupakan laporan kegawatdaruratan, 4.083 panggilan/laporan merupakan permintaan informasi, dan 26.351 panggilan/laporan merupakan prank atau ghost.
Kepala Bidang Aplikasi dan Teknologi Informatika pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang, Cecep Khaerudin, mengatakan bahwa call center 112 aktif dan melayani laporan kegawatdaruratan secara prima selama 2023.
Baca Juga: DPPPA Kabupaten Tangerang Terus Upayakan Penurunan Kasus KDRT, Bisa Lapor Melalui Aplikasi Si Sabar
Layanan yang tersedia di call center 112 antara lain layanan darurat medis, kriminal, bencana, kebakaran, kecelakaan, keamanan dan ketertiban, evakuasi hewan buas, pohon tumbang, dan permintaan informasi.
"Panggilan/laporan dengan kriteria prank atau ghost masih mendominasi," kata Cecep.
"Contohnya, ada penelpon yang diam tanpa memberikan informasi apapun, atau ada penelpon yang memberikan informasi namun tidak jelas kronologinya. Bagi nomor penelpon/pelapor dengan kriteria tersebut, kami blokir selama 1x24 jam." ujarnya.
Call Center 112 terdiri dari 13 petugas yang terbagi menjadi 3 shift. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat melakukan pelaporan dengan cepat, mudah, bijak, dan bebas pulsa.
Baca Juga: Pisah Sambut Kapolres Pandeglang, Bupati dan Wabup Apresiasi Dedikasi AKBP Belny Warlansyah
"Kami berharap call center 112 Kabupaten Tangerang dapat memberikan pelayanan yang prima selama 24 jam penuh, kami juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan call center ini dengan bijak," ujar Cecep.
Cecep mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan call center 112 dengan bijak.
Jika ingin melaporkan kejadian kegawatdaruratan, masyarakat diminta untuk memberikan informasi yang jelas dan lengkap. (***)