Kota Serang, bidiktangsel.com - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II angkatan V di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten di Jl AMD Lintas Timur, Kabupaten Pandeglang, Kamis (21/12/2023).
Dalam sambutannya, Al Muktabar menekankan kepada para peserta PKN untuk melakukan inovasi dalam pelaksanaan program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak.
"PKN ini kita ingin bisa menjadi best practice bagi daerah lainnya dengan berbagai kegiatan yang sudah banyak kita lakukan. Fokus pada hal-hal yang berbasis tematik itu," ujarnya.
Termasuk juga dalam tema yang kita ambil dalam PKN ini untuk pengentasan kemiskinan ekstrim yang di dalamnya ada persoalan stunting, gizi buruk, penanganan pengangguran, inflasi dan penguatan investasi.
Baca Juga: Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Harus Dirasakan Masyarakat
"Bagaimana para peserta bisa melakukan inovasi dalam berbagai program di atas," ujar Al Muktabar.
"Formula-formula pelatihan ini sudah digariskan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dengan berbagai agenda yang sudah diarahkan Bapak Presiden untuk kita lebih fokus pada implementasi dari Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak itu," jelasnya.
Selain itu, Al Muktabar juga berharap agar para peserta PKN dapat mengemban tugas dengan baik di masing-masing tempat tugasnya.
Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN-RI Muhammad Taufiq Dea menyambut baik terhadap penyelenggaraan PKN tingkat II di Provinsi Banten.
Menurutnya, PKN II menjadi sebuah model dimana banyak proyek perubahan yang mendukung pengentasan kemiskinan dan juga mendukung Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak.
Baca Juga: Pemprov Banten Raih Predikat Baik Indeks Pembangunan Statistik
"Semua peserta dituntut untuk mampu menyelesaikan secara nyata. Berkontribusi secara nyata pada persoalan yang ada di Provinsi Banten," ucapnya.
Sementara itu Kepala BPSDM Provinsi Banten Untung Saritomo mengatakan, PKN tingkat II ini dilaksanakan selama 923 jam pelajaran atau 170 hari dengan berbagai metode pembelajaran dari mulai offline dan online.
"Peserta yang mengikuti sebanyak 60 orang dan dinyatakan lulus semua," katanya. (***)