Kota Tangerang, bidiktangsel.com - Gerakan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Tangerang telah lama berjalan dan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah peningkatan perekonomian masyarakat.
Sejak dibentuknya pada tahun 2013, Kota Tangerang telah memiliki 114 KWT yang tersebar di 13 kecamatan. KWT tersebut telah berhasil mengubah lahan mati menjadi hijau dan bermanfaat.
Salah satu anggota KWT Anthurium, Yuyun Yuningsih Dharmawan, mengatakan bahwa gerakan KWT telah menyadarkan masyarakat tentang manfaat menanam sayuran di pekarangan rumah.
"Sebelumnya warga disini enggan untuk menanam sayur, karena stigma bahwa sayur yang bagus itu hanya bisa ditanam di dataran tinggi. Lalu lewat gerakan KWT ini menyadarkan mereka bahwa ternyata kita bisa menanam sayur di pekarangan rumah yang tak hanya harus dengan kondisi tanah yang bagus," ujar Yuyun.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang: Inovasi Kunci Pelayanan Publik Optimal
Dampak positif dari gerakan KWT juga dirasakan oleh Juandi, anggota KWT Jahe. Ia mengatakan bahwa dulunya lahan KWT Jahe merupakan lahan tandus dan sempit, namun kini menjadi sumber penghasilan KWT.
"Setiap bulannya dari hasil panen sayuran tersebut mampu meraup omset Rp1,5 juta per bulan. Tak hanya itu, hasil panen dari KWT Jahe pun diolah kembali menjadi makanan yang dijual di Dapur KWT yang dikelola oleh anggota. Sehingga mampu menambah pendapatan lebih banyak lagi," ucap Juandi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Atang Syamsudin mengatakan bahwa pihaknya akan terus membina KWT agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Perempuan Kota Tangerang Berperan Penting dalam Pembangunan
"Kami akan terus memberikan pendampingan kepada KWT, baik dari segi teknis maupun pemasaran. Sehingga KWT dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Atang. (***)