Kota Serang, bidiktangsel.com - KPU Provinsi Banten menggelar debat pertama untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pada Rabu (16/10/2024).
Acara ini disiarkan langsung melalui streaming oleh KPU Provinsi Banten dan diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu Paslon Nomor Urut 1 Airin Rachmi Diany - Ade dan Paslon Nomor Urut 2 Andra Soni - Dimyati Natakusumah.
Debat ini bertujuan untuk menyampaikan visi, misi, serta program pembangunan yang akan diusung kedua pasangan jika terpilih memimpin Banten.
Baca Juga: Pilar Saga Ichsan di Ciputat, Tangsel: Fokus pada Isu Krusial dan Pembangunan Infrastruktur
Dalam sesi tanya jawab, Paslon Nomor Urut 2 Andra Soni mengajukan pertanyaan kritis kepada Paslon Nomor Urut 1 Airin Rachmi Diany mengenai solusi pembangunan berkeadilan di wilayah Pandeglang dan Lebak.
Pertanyaan tersebut menyoroti ketimpangan alokasi anggaran antara wilayah tersebut dan kota-kota lainnya di Banten, seperti Tangerang Selatan, yang lebih maju secara ekonomi.
Andra Soni menyoroti luas wilayah Kabupaten Lebak, yang mencakup sekitar sepertiga dari total wilayah Banten, namun memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang relatif kecil, sekitar Rp300 miliar.
Baca Juga: Pilar Saga Ichsan Bahas Pengembangan Transportasi Umum dalam Kampanye di Ciputat
"Bagaimana cara pandang kita terhadap wilayah Pandeglang dan Lebak yang secara luas wilayah sangat besar, tetapi kemampuan fiskalnya jauh tertinggal dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Banten?" tanya Andra.
Jawaban Airin Rachmi Diany: Fokus pada Infrastruktur dan Kolaborasi Pemerintah Daerah
Airin Rachmi Diany, mantan Wali Kota Tangerang Selatan, menanggapi dengan menjelaskan pengalaman suksesnya dalam memimpin Tangerang Selatan sebagai wilayah baru yang mengalami percepatan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa kunci utama pembangunan terletak pada komitmen kepala daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024: Fokus pada Blue Economy dan Pembangunan Daerah
"Ketika Tangsel dimekarkan, kami ingin mempercepat pembangunan dan memperpendek jalur birokrasi. Kami memulai dengan APBD hanya Rp125 miliar, namun saat ini APBD Tangsel mencapai Rp4 triliun dengan PAD sebesar Rp2 triliun," ujar Airin.
Artikel Terkait
SMPN 10 Tangsel Ditetapkan Sebagai Sekolah Adiwiyata 2023
Benyamin Davnie Prioritaskan Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur dalam Kampanye di Setu Tangsel
Bawaslu Tangerang Selatan Gelar Sosialisasi "Perempuan Berdaya Mengawasi" untuk Pilkada 2024
Kesbangpol Kabupaten Serang Ajak Organisasi Keagamaan Berperan Aktif Sukseskan Pilkada Serang 2024
Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024: KPU Banten Soroti Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Berkeadilan