Baca Juga: Tender Coretax DJP Bernilai Triliunan: Apakah Anak Negeri Kurang Dilibatkan?
Kesabaran STY terlihat ketika ia membawa tim U-22 berlaga di Piala AFF 2024, meski menghadapi kritik karena kalah di fase grup.
“Dia selalu berpikir bagaimana membuat tim lebih baik dan membuat fans Indonesia bangga. Meski kalah di AFF, ayah percaya pengalamannya penting untuk persiapan ke Piala Asia U-23 dan SEA Games,” ujar Jae-won.
Kini, Kluivert memiliki tugas berat untuk melanjutkan perjuangan STY.
Dengan posisi Timnas Indonesia di peringkat ketiga klasemen sementara Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026, harapan tetap terbuka.
Baca Juga: KPK Tetapkan 2 Tersangka Korupsi di Anak Perusahaan Telkom, Negara Rugi Rp280 Miliar
Jika mampu meraih hasil positif dalam empat laga tersisa, mimpi tampil di pentas dunia bisa menjadi kenyataan.
Tekanan dari warganet yang sebelumnya dirasakan STY kini menjadi energi baru bagi Kluivert.
“Tekanan itu saya anggap sebagai dukungan. Kita bekerja bersama untuk membuat semua orang di Indonesia bangga,” tutup Kluivert.
Kisah perjuangan Shin Tae-yong dan semangat baru Patrick Kluivert adalah bukti nyata bahwa sepak bola Indonesia terus berkembang.
Dengan kerja keras dan dukungan penuh dari seluruh elemen, mimpi besar menuju Piala Dunia semakin mendekati kenyataan. (***)