“Mereka memiliki argumen yang kuat sebagai bagian pembuat kebijakan. Kemajuan Kota Surabaya yang tercatat sebagai indikator, jauh lebih besar dan kompatibel dengan negara yang memiliki kota maju lainnya. Jadi Surabaya jangan melihat Indonesia sebagai barometer, tetapi dunia yang sebagai barometer,” tegasnya.
Oleh sebab itu, selama 2 hingga 2,5 tahun kedepan, Kota Surabaya akan mendapat pendampingan penuh oleh UNICEF. Dimulai dari proses asesmen, yang tengah dilakukan oleh UNICEF saat ini dengan melakukan observasi secara langsung. Diantaranya menghimpun seluruh laporan dan informasi tentang kesiapan Kota Surabaya.
“Lalu pembuatan rencana kerja, dimana perwakilan Kantor Regional Asia Timur dan Pasifik UNICEF akan datang kembali ke Surabaya untuk membahas rencana kerja atau rencana aksi. Kemudian, memonitor implementasi rencana aksi. Serta, memastikan bahwa keinginan menjadi CFCI itu bukan Walikota saja, tetapi seluruh anak dan masyarakat Kota Surabaya memang ingin menjadi anggota CFCI,” terangnya.