nasional

Ancaman Resesi di Depan Mata! UMKM Dapat Meminimalisir Dampaknya

Jumat, 2 Desember 2022 | 16:30 WIB

Artikel - Ancaman Resesi ekonomi yang dapat melanda berbagai negara, tidak boleh dipandang dengan sebelah mata. Presiden Jokowi Dodo mengutarakan tentang perekonomian dunia pada tahun 2023. Presiden Jokowi pun meminta masyarakat berhati-hati karena kedepannya dunia akan mengalami kegelapan atau resesi ekonomi global.

Beliau menyatakan tahun 2023 diprediksi akan menjadi tahun gelap akibat krisis ekonomi, pangan, hingga energi akibat pandemi Covid-19 dan perang antara Rusia-Ukraina. Jokowi juga mengaku mendapatkan prediksi itu setelah berbincang dengan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), International Monetary Fund (IMF), hingga Kepala negara G7.

Dalam ekonomi makro itu sendiri, resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. faktor-faktor yang menyebabkan resesi, yaitu: Produksi dan konsumsi yang tidak seimbang, Utang yang berlebihan, Penggelembungan asset, Inflasi, dan deflasi.

-

Disisi lain, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan negara tengah mewaspadai kenaikan suku bunga yang berpotensi menimbulkan gejolak pasar keuangan dan berpotensi menimbulkan resesi global.

"Desakan inflasi global sudah dijawab oleh berbagai negara dengan kenaikan suku bunga yang meningkat," ucap Menteri Sri Mulyani dalam uraiannya saat konferensi pers APBN.

Oleh sebab itu, di tengah ancaman potensi resesi ini, pemerintah menekankan pentingnya mengimplementasikan konsep entrepreneurial marketing. Konsep ini menitikberatkan pada peranan dari para pengusaha maupun pelaku UMKM untuk menangkap peluang pemasaran yang baru.

Resesi berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi misalnya dalam perniagaan, oleh karena itu dampaknya akan sangat dirasakan oleh pelaku UMKM. Adapun dampak resesi untuk UMKM yaitu Meningkatnya harga produksi, arus kas tak stabil, terjadinya pengurangan pekerja, dan produk sulit terjual.

Halaman:

Tags

Terkini