nasional

Masalah Penerbangan Diungkap Oleh Dirut Garuda Indonesia dikarenakan Covid-19 Yang Tidak Reda

Rabu, 30 November 2022 | 09:14 WIB

Direktur Utama PT Garuda Indonesia juga mengungkapkan hal tersebut dialami seluruh industri transportasi udara baik internasional maupun domestik sebab adanya pemberlakuan kebijakan pembatasan perjalanan. Walhasil, likuiditas perusahaan begitu stress hingga akhirnya perseroan turut mengalami permasalahan solvabilitas.
 
Untuk masalah penerbangan, seperti yang diungkap oleh Irfan Saputra dikarenakan Covid-19 Revenue Pandemi bukan satu-satunya penyebab perseroan mengalami masalah likuiditas dan solvabilitas.

Namun juga, structure cost kita sementara tidak ideal memperparah kondisi tersebut. Adapun nilai biaya tetap atau fix cost perseroan di awal tahun 2020 sebelum pandemi berkisar US$ 100 juta per bulan.

Irfan juga mengatakan bahwa nilai yang begitu besar itu sangat membebani perseroan yang juga harus berupaya menjaga keberlangsungan operasionalnya.

Dengan memperhatikan syarat keuangan dan operasional perseroan tadi, Garuda Indonesia menyusun beberapa acara korporasi. salah satunya adalah melakukan restrukturisasi secara Komprehensif terhadap aktivitas operasional dan keuangan.

-

Terkait masalah penerbangan seperti yang diungkap oleh Dirut PT Garuda Indonesia adalah dikarenakan Covid-19 Revenue Sementara di sisi strategi pendukung, Garuda termasuk melakukan pemugaran organisasi, diversifikasi portofolio bisnis anak perusahaan, termasuk di dalamnya melakukan likuidasi dan pelepasan, serta peningkatan donasi pendapatan lainnya di luar pendapatan penumpang.

"Terakhir yang tidak kalah krusial yg sedang dilakukan adalah transformasi budaya atau culture transformation," pungkas Irfan Saputra.
 
Penulis :
Egi saputra febiansyah
Mutiara geofanny
Ronida silaban
Nico ardiansyah
Siti aisyah simamora

Komunikasi Bisnis Universitas Pamulang

Halaman:

Tags

Terkini