nasional

Masalah Penerbangan Diungkap Oleh Dirut Garuda Indonesia dikarenakan Covid-19 Yang Tidak Reda

Rabu, 30 November 2022 | 09:14 WIB

Artikel - Pandemi Covid-19 berimbas ke berbagai lini kehidupan masyarakat, termasuk menurunnya volume penerbangan. Hal ini karena mobilitas masyarakat yang cenderung berkurang selama pandemi.

Masalah Penerbangan Diungkap Oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengungkapkan dikarenakan Covid-19.

“Revenue salah satunya ialah biaya sewa pesawat yang sangat tinggi hingga 24,7 persen asal total revenue atau 4 kali lipat berasal rata homogen industri," kata Irfan Saputra pada pemaparan publik pada hari ini, Kamis, 20 Oktober 2022.

Nilai biaya sewa yg cukup tinggi itu sangat membebani kinerja perseroan. Akibatnya, operasionalisasi beberapa rute, khususnya internasional sulit buat membukukan keuntungan.

“Apalagi, adanya pandemi Covid-19 semakin memperparah kondisi perusahaan,” ungkapnya.

Irfan Setiaputra juga menjelaskan bahwa masalah fundamental yang sedang dihadapi perusahaan yang dipimpinnya. Hal tersebut menyebabkan struktur porto tidak ideal.

-

Semenjak pandemi, total pendapatan Garuda Indonesia turun hingga 70 persen. Sebelum pandemi, pendapatan BUMN penerbangan itu mampu tembus US$ 235 juta per bulan. tapi sekarang pendapatan Garuda Indonesia hanya rata-rata US$ 60 juta per bulan.

Halaman:

Tags

Terkini