Sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Denni Hidayat tidak lupa menyatakan terima kasih kepada banyak pihak yang membantu kegiatan ini. Baik itu PMI, Puskesmas dan H2 yang menjadi mitra kerja, maupun sponsorship seperti Indihome, Bank Syariah Indonesia (BSI), BAZNAS Kabupaten Bandung. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh usahawan-usahawan di lingkungan Taman Kopo Katapang, seperti Zoqua Fresh Water yang bergerak dalam penjualan air mineral serta savato yang bergerak di bidang laundry premium.
"Bagi yang akan mendonorkan darah nya, mereka bukan hanya akan mendapatkan merchandise, tapi juga voucher gratis yang sangat menarik dari savato laundry. Voucher yang bisa dipakai untuk mencuci sepatu, jas, kemeja batik bahkan sampai cucian kiloan."
Jelas Denni ketika menyinggung para pendukung kegiatan sosial ini.
Di akhir kegiatan ini sendiri, dari 75 pendonor yang mendaftarkan diri, sebanyak 57 pendonor yang bisa mendonorkan darahnya. Sehingga pada kegiatan donor darah yang kedua ini, berhasil dikumpulkan 57 labu darah.
Adapun dari kegiatan pemeriksaan kesehatan, terdapat 80 orang yang mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Katapang dan H2.
Dihubungi di tempat yang sama, Rustono, Ketua DKM Al-Jihad menjelaskan bahwa kegiatan Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis adalah diantara kegiatan sosial kemasyarakatan dari DKM yang sedang dipimpinnya. Sebelumnya, DKM Al-Jihad sendiri sudah melakukan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Mulai dari melaksanakan vaksinasi COVID-19, memotong dan menyebarkan hewan qurban, sampai dengan pembagian sembako.
"Donor Darah dan Pemeriksaan Gratis ini adalah bagian dari fungsi pelayanan sosial kemasyarakatan Masjid Al-Jihad kepada masyarakat. Sebelumnya juga kita mengadakan vaksinasi COVID-19 yang meliputi dosis 1, 2 dan booster, juga pembagian sembako gratis ketika beberapa waktu lalu ekonomi masyarakat mandeg karena adanya wabah. Untuk kegiatan keagamaan yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan seperti pembagian hewan qurban atau mengumpulkan zakat infak dan membagikannya kepada masyarakat, tentunya sudah tidak perlu disebutkan lagi. Itu (qurban, pengumpulan zakat infak dan membagikannya) pasti kita lakukan."
Menurut lelaki yang mempunyai bisnis kuliner ini, DKM Al-Jihad sendiri pada dasarnya sedang terus belajar dan belajar dalam mengelola Masjid dengan baik, sehingga mempunyai nilai tambah dan keberadaanya dirasakan masyarakat banyak. Rustono berharap adanya perbaikan manajemen dan pelayanan di DKM yang dipimpinnya. Karenanya dalam kesempatan ini juga Rustono sempat menyinggung kegiatan Studi Banding DKM Al-Jihad untuk melihat pengelolaan masjid di daerah lain yang sudah maju.