nasional

General Assembly CAJ di Bali, Atal S Depari: Saya Memegang Tongkat Komando Sebagai Presiden CAJ

Kamis, 13 Oktober 2022 | 08:30 WIB

"Dua tahun belakangan ini, dunia pers secara global dihadapkan pada tekanan ganda. Pertama, tekanan akibat disrupsi digital. Kedua, tekanan ekonomi akibat Covid-19. Kedua tekanan ini benar-benar memukul keberlangsungan media, baik secara jurnalistik maupun secara ekonomi," kata Atal.

Dari pulau Bali yang indah ini, Atal mengajak untuk mencanangkan spirit untuk bersama-sama bangkit dari krisis kehidupan pers yang lebih baik dan berwibawa. Dan dalam dua tahun ke depan, kita harus terus bertukar informasi, gagasan dan perspektif.

"Mari bersama-sama memikirkan bagaimana membangun model jurnalisme dan pendekatan bermedia yang berkelanjutan demi tetap tegaknya fungsi pers sebagai kekuatan keempat demokrasi," tegas President of CAJ.

Dikatakannya, jika kita menghadapinya bersama-sama, kita akan lebih kuat dan semakin diperhitungkan oleh kekuatan global. Dan kita akan terus berdialog tentang bagaimana mewujudkan iklim bermedia yang kondusif bagi cita-cita demokrasi dan kemanusiaan.

"Yang tak kalah penting, bagaimana terus melindungi profesi wartawan dari kemungkinan ancaman dari mana pun. Sebagamana diketahui bersama, belakangan ini, para wartawan dihadapkan pada jenis ancaman baru: doxing, bullying, hacking. Perlu langkah-langkah antisipasi agar ancaman jenis baru ini tidak semakin membesar dan sistemik. Solidaritas ASEAN mesti menjadi perhatian kita semua," tegas Atal.

Maka Atal berharap kita bisa melaksanakan Fellowship Jurnslisme ASEAN. Melalui program ini, kita dorong para wartawan di negara kita masing-masing menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan kemitraan ASEAN dalam pemberitaan mereka.

"Kita pilih tiga wartawan dari masing-masing negara, lalu kita beri kesempatan mereka untuk mengunjungi salah-satu negara ASEAN selama 1 bulan. Mereka melakukan internship ke salah-satu media nasional di negara tujuan, dan memiliki tanggung-jawab untuk secara rutin menulis tentang negara tujuan tersebut, tentu dengan perspektif solidaritas ASEAN," kata Atal. 

Ditambahkannya, hasil karya mereka lalu kita lombakan untuk memilih lima karya terbaik untuk diberikan penghargaan. Ini salah satu usulan kami, tentu dibutuhkan usulan-usulan yang lebih baik.

Halaman:

Tags

Terkini