“Bagus tulisan Anda di Kompas, teruskan. Hanya sedikit yang sekarang berani berpandangan kritis terhadap kondisi di Tanah Air,” katanya mengutip Wardiman Djojonegoro.
“Saya bilang, saya akan konsisten, saya tidak takut untuk besikap karena itu demi kebaikan negara kita,” tambah beliau.
Prof. Azyumardi mengundang ke rumah untuk memberi briefing tentang Dewan Pers, agar dia faham seluk beluk, tugas pokok,anggaran, sistem pengelolaan, dan juga kedudukan lembaga ini di dalam UU Pers, agenda Raker dengan Komisi I DPR RI dll. Hampir dua jam kami bicara, dan saya sampaikan apapun yang ditanya, dari hal yang serius sampai hal remeh-temeh.
Termasuk waktu itu yang aktual adalah adanya judicial review atas Pasal 15 UU Pers yang dilakukan sekelompok orang, apa yang sudah dilakukan Dewan Pers dan perkembangan mutakhirnya.
Pertemuan begitu cepat karena kami ngobrol dengan enak, dan di akhir pembicaraan dia ingin agar saya tidak bosan kalau dia bertanya lagi seandainya ada yang ingin diketahuinya.
Saya menyatakan siap karena saya juga ingin perpindahan tongkat kepengurusan berlangsung mulus dan program kerja bisa segera terlaksana.
Di awal pertemuan, beliau langsung menyampaikan, bagaimana kira-kira dunia baru yang akan dia geluti ini.
“Saya nggak berhenti-henti diwawancara, sejak semalam,” katanya.