Sri Mulyani menyampaikan, bahwa YDBA memiliki rekam jejak di dalam aktif dan efektif memperkuat UMKM Indonesia konsiten mengembangkan UMKM melalui upaya agar mereka mampu, makin mandiri dan memiliki daya saing.
“Saya berharap YDBA akan terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak agar dampak positif dan juga hasil di dalam memperkuat UMKM dapat semakin ditingkatkan termasuk di dalam membina UMKM, memajukan produk dalam negeri dan bisa menembus pasar global,” ucap Sri Mulyani.
Dalam Syukuran kali ini, Menteri Perindustrian RI juga menyampaikan bahwa sektor industri manufaktur senantiasa menjadi penopang utama dalam perekonomian nasional.
Pertumbuhannya pada triwulan 2Tahun 2022 sebesar 4,33 % dengan capaian nilai ekspor sebesar US $ 102 milyar atau setara 72,3 % dari total ekspor nasional pada periode Januari – Juni 2022.
“Berbagai Upaya pengembangan IKM sungguh menuntut kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi serta yang terpenting adalah komitmen dari pelaku IKM itu sendiri. Karena itu, saya mengapresiasi setinggi- tingginya kepada Yayasan Dharma Bhakti Astra yang telah menjadi partner Kementerian Perindustrian dalam pengembangan IKM, khususnya IKM logam di sentra-sentra binaan, antara lain Kab. Tegal, Kab. Bogor, Kab. Purbalingga dan Kab. Klaten. Saya harapkan YDBA dapat terus bersama-sama menjadi mitra dalam memajukan IKM di Indonesia agar menjadi lebih modern dan berdaya saing di kancah global,’’ tutup Agus Gumiwang.
Menteri Koperasi dan UKM RI juga menyampaikan apresiasi kepada YDBA yang telah berkomitmen untuk mengembangkan kewirausahaan dan keterampilan masyarakat melalui program pembinaan dan pengembangkan UMKM selaras dengan upaya pemerintah untuk membangun dan mengembangkan kewirausahaan nasional.
Teten menyampaikan, kemitraan dan kolaborasi adalah kunci pengembangan UMKM di masa depan. Pemerintah terus mendorong kemitraan usaha besar dan UMKM agar terhubung ke dalam rantai pasok global/ global value chain untuk dapat mencapai target ekspor UMKM sebesar 17% di 2024, saat ini baru 4,1% UMKM kita yang sudah terhubung ke global value chain.
“Kami akan terus mendorong agar UMKM binaan YDBA mampu berkolaborasi dan berinovasi untuk memanfaatkan teknologi guna mengakses rantai nilai global lebih besar melalui pembiayaan yang efektif seperti fintech hingga menyediaan infrastruktur perdagangan global khusus UMKM,” ucap Teten.