nasional

Mistari, Pembudidaya dan Pengelola Kinanthi Bonsai di Tangerang Selatan.

Kamis, 3 Februari 2022 | 17:35 WIB

Dengan kesuburan tanah air Indonesia para pembudidaya Bonsai tidaklah kesulitan memperoleh bahan baku bonsai. Antara lain : kimeng/ficus microcarpa, lohansung atau podocarpus, iprik atau retusa, cendrawasih, juniperus chinensis, asam jawa atau tamarindus indica, jaboticaba atau anggur Brazil, anting Putri, casuarina atau cemara udang, ficus benjamina dan lain-lain. Koleksi Kinanthi Bonsai
ada yang berusia 35 sampai 40 tahun.

Dari ukurannya bonsai terbagi menjadi :

  • Mame (mini) bonsai dengan ukuran tinggi s/d 15cm
  • Small (kecil) bonsai dengan ukuran tinggi 16cm s/d 30cm
  • Medium (sedang) Bonsai dengan ukuran tinggi 31cms/d 60cm, bonsai ukuran ini banyak disukai orang.
  • Large (besar) Bonsai dengan tinggi pohon 61cm s/d 90cm
  • Extra Large (sangat besar) bonsai dengan ukuran tinggi mulai 91cm s/d 150cm.

Khusus di Jepang dikenal dengan ukuran yang berbeda, yaitu:

  • Dai bonsai (bonsai besar) bonsai dengan ukuran tinggi diatas 76cm. Four handed.
  • Chumono bonsai (bonsai sedang) bonsai dengan ukuran tinggi mulai 41cm s/d 75cm. Two handed
  • Komono bonsai (bonsai kecil) bonsai dengan ukuran tinggi mulai 15cm s/d 42cm. One handed size.
  • Shohin bonsai (bonsai mini) Di Indonesia lebih dikenal Mame bonsai atau biasa disebut mame saja dengan ukuran tingginya mulai 5cm s/d 15cm-20cm. Palm Size
    Semoga bermanfaat

Pada saat lomba Bonsai di pameran nasional menurut PPBI terbagi menjadi empat kelas yang dipertandingkan diantaranya kelas regional, kelas madya, kelas utama, kelas bintang. Penilaian juri untuk Bonsai tidak dilihat dari usia bonsai ataupun sudah dipamerkan tapi menurut penampilan, gerak keserasian dan kematangan Bonsai. (Lily)

Halaman:

Tags

Terkini