nasional

Pakar Minta Publik Hati-Hati Dengan Label HOAX Pada Informasi

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:13 WIB

Jakarta, bidiktangsel.com - Peneliti Media Ignatius Haryanto meminta masyarakat berhati-hati dengan label hoaks yang diberikan terhadap sebuah informasi. Sebab, tidak semua informasi yang salah tersebut dapat dikatakan HOAX. 

Lebih lanjut, ia merujuk pada handbook UNESCO yang dirilis pada 2018, yang menjelaskan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada sebuah informasi.

“Terdapat  tiga jenis kesalahan informasi, yaitu missinformasi, disinformasi dan malinformasi. Missinformasi adalah ketidak akuratan atau menghubungkan yang keliru/ konten missleading, yang bisa dikatakan kekeliruan informasi tapi dikatakan tidak ada niatan jelek. Misalnya kesalahan penulisan nama, ini yang banyak terjadi,” jelas wartawan senior yang akrab disapa Kumkum ini. 

Sementara, disinformasi adalah konten yang salah, dimanipulasi, dibuat-buat, difabrikasi dan sudah ada unsur niatan jahat. Dan malinformasi adalah informasi dengan fakta yang benar namun disebarkan dengan niat yang jahat.

“Misalnya informasi yang bocor. Informasi tersebut benar namun ada niatan jelek atau yang ingin menjatuhkan seseorang. Juga bisa ungkapan-ungkapan yang penuh kebencian,” pungkasnya. 

Penjelasan tersebut disampaikan pengajar dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini terkait mudahnya label HOAX disematkan pada sebuah informasi, oleh lembaga tertentu.

“Ini yang menjadi challange bagi publik dan netizen, apakah termasuk HOAX atau sekedar misinformasi. Seperti pada informasi mengenai larangan susu kental manis di seduh yang dikatakan HOAX oleh sejumlah pihak, jangan sampai kita terjebak pada label HOAX tersebut. Padahal yang lebih penting disini adalah bahwa benar produk tersebut mengandung banyak gula dan tidak baik bila dikonsumsi oleh anak dan bayi,” ujarnya. 

Halaman:

Tags

Terkini