nasional

Awas! Bahaya Rokok Sebabkan Kanker Benar Terjadi

Rabu, 3 November 2021 | 18:11 WIB

Rokok dilaporkan mampu menyebabkan 15 jenis kanker. Cancer Research UK mengungkapkan bahwa kebiasaan buruk  ini menyebabkan sekitar 7 dari 10 kasus kanker paru-paru di Inggris, yang juga merupakan penyebab paling umum kematian. Rokok menyebabkan kanker seperti kanker mulut, faring (tenggorokan atas), hidung dan sinus, laring (kotak suara), kerongkongan (pipa makanan), hati, pankreas, lambung, ginjal, usus, ovarium, kandung kemih, leher rahim, dan beberapa jenis kanker darah seperti leukemia.

Terdapat sekitar 5000 senyawa berbeda dan sebagian bersifat racun bagi tubuh, hanya dari asap rokok saja.

Kandungan rokok yang bersifat racun tersebut berpotensi merusak sel-sel tubuh. Selain itu, senyawa dalam asap rokok juga bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Di dalam rokok, terdapat 250 jenis zat beracun dan 70 jenis zat yang diketahui bersifat karsinogenik.

Kandungan tersebut berasal dari bahan baku utama rokok, yaitu tembakau. Selain itu, bahan pewarna yang biasa dipakai untuk membuat tampilan rokok lebih menarik, dapat memperbesar potensi racun dari rokok. Sifatnya yang memberikan efek adiktif atau kecanduan, juga tidak boleh dilupakan.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah kemampuan beberapa bahan kandungan rokok yang bisa mengubah sifat fisik dari asap rokok, sehingga kadar racun dan nikotin di dalam tubuh seorang perokok menjadi lebih tinggi.

Seperti yang di alami bapak Ujang (49) pekerja bangunan yang aktif merorok, beliau di diagnosa terkena kanker Nasofaring stadium 4 pada tahun 2020 awal . 

Ya , penyakit ini memang sedikit terlambat di ketahui oleh beliau baru ketahuan di stadium 4, hal ini dikarnakan selama 2 tahun kebelakang dengan keluhan-keluhan yang ia rasakan seperti hidung tersumbat, berlendir, sulit bernafas, kepala pusing ( tepatnya di bagian dahi atas hidung ). Beliau selalu di diagnosa sinusitis oleh dokter tempat rumah sakit beliau berobat, sudah berbagai macam tahapan pengobatan ia jalankan sampai operasi sinus pun dilakukan tetapi hasil nihil karena tidak mengobati yang seharusnya menjadi penyakit tersebut. 

Ketika sang anak menyarankan pindah rumah sakit dan bertemu dokter THT lainnya dan menjelaskan keluhan yang dirasakan hingga penjelasan terkait operasi sinusitis tetapi belum berhasil, dokter kembali me-rotgen pak Ujang dan menyatakan penyempitan konka hidung , akhirnya operasi konka pun dilaksanakan . Tetapi pasca operasi keluhan masih di rasakan dan di tambah mata pak Ujang semakin juling ( jereng ) dan pipi kebas, ternyata salah diagnosis untuk kedua kalinya.

Halaman:

Tags

Terkini