Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace), atau Hari Perdamaian Dunia (World Peace Day), didirikan pada tahun 1981 oleh resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan suara bulat, Hari perdamaian memberikan tanggal bersama secara global bagi semua umat manusia untuk berkomitmen pada Perdamaian di atas semua perbedaan dan untuk berkontri-busi dalam membangun Budaya Damai yang diperingati setiap tahun pada tanggal 21 September.
Dikutip dari id.m.Wikipedia.org peringatan ini didedikasikan demi perdamaian dunia, dan secara khusus demi berakhirnya perang dan kekerasan, misalnya yang mungkin disebabkan oleh suatu gencatan senjata sementara di zona pertempuran untuk akses bantuan kemanusiaan.
Hari Perdamaian Internasional pertama kali diperingati tahun 1982, dan dipertahankan oleh banyak negara, kelompok politik, militer, dan masyarakat.
Tema Hari Perdamaian 2021 berdasarkan PBB yaitu “Memulihkan Lebih Baik untuk Dunia yang Adil dan Berkelanjutan Kami mengundang Anda untuk bergabung dengan upaya keluarga Perserikatan Bangsa-Bangsa karena kami fokus pada pemulihan yang lebih baik untuk dunia yang lebih adil dan damai.”
Dalam hari peringatan ini masyarakat diharapkan ikut bertindak dalam perdamaian di atas semua perbedaan yang ada dan berkontribusi dalam membangun budaya perdamaian dengan menebar kasih sayang, kebaikan, dan harapan.
Ada 193 Negara yang bergabung dengan PBB salah satunya adalah Indonesia yang bergabung pada 28 September 1950. Berdasarkan tema yang diangkat mengenai pemulihan yang baik, adil dan damai bagaimana kah cara Indonesia mempraktikannya ke dalam masyarakat?
Pandemic Covid-19 membuat dunia merasa cemas sehingga mempen- garuhi perdamaian keamanan dunia termasuk Indonesia.