nasional

Busana Adat Baduy Sebuah Simbol, Presiden Joko Widodo Mengajak Bangsa Pulang Ke Akar Kebangsaan Sendiri

Jumat, 20 Agustus 2021 | 11:58 WIB

#Sosok - Langkah Presiden Joko Widodo memilih Busana Adat Baduy di acara kenegaraan pada tanggal 16 Agustus kemarin itu sangat tepat. Sebuah momentum yang pas di saat kita sebagai sebuah bangsa sedang berusaha bangkit dari keterpurukan, terutama keterpurukan ekonomi di era covid.

Busana adat Baduy yang dipakai presiden adalah sebuah siloka atau perumpamaan yang mengandung makna sangat dalam dan luhur. Yakni menggambarkan ada kesadaran baru di pucuk pimpinam bangsa ini untuk bukan saja sekedar menghargai tradisi dan adat istiadat serta kearifan lokal bangsa sendiri yang mengandung nilai-nilai luhur, tetapi juga mengajak semua elemen bangsa untuk berkaca dan belajar banyak kepada kearifan lokal bangsa sendiri.

Dengan kata lain, Presiden Joko Widodo ingin mengajak rakyat Indonesia dan segenap elemen bangsa untuk kembali "pulang" ke akar kebangsaan kita sendiri yang sesungguhnya setelah selama ini bangsa Indonesia cenderung terombang-ambing oleh gelombang pengaruh budaya luar hingga hampir kehilangan jati diri.

Akar bangsa kita adalah adat istiadat asli Indonesia yang tumbuh dan berkembang di bumi nusantara.

Kenapa Baduy yang dipilih, karena suku Baduy adalah suku yang tertua dan memiliki nilai-nilai luhur serta universal dimana semua adat yang ada di nusantara dan juga bangsa-bangsa lain di dunia mengakuinya.

Nilai-nilai luhur itu diantaranya ialah pola hidup sederhana, kerja keras, menjaga dan memelihara alam lingkungan, bersikap santun kepada semua mahluk Tuhan. Mengembangkan budaya menanam bukan budaya panen, dan budaya menerima segala perbedaan dan keragaman sebagai kekayaan dan keindahan kehidupan.

Nilai-nilai itulah yang membuat warga Baduy tetap survive, teguh, punya jati diri dan percaya diri serta terhindari dari jebakan pengaruh negatif modernisasi, namun bukan berarti tidak memahami perkembangan dan kemajuan jaman.

Halaman:

Tags

Terkini