Jakarta, bidiktangsel.com - Sudah begitu banyak orang yang terpapar dan meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19. Tentu itu bukan lah sekedar angka saja.
"Mungkin dalam angka-angka tersebut, ada Ibu, Ayah, Kerabat, ataupun saudara-saudari kita," ujar Ketua Dharma Pertiwi Nanny Hady Tjahjanto dalam Rapat Koordinasi Strakom KPCPEN bersama Dharma Pertiwi, kemarin.
Menurut Nanny, betapa sangat miris dan membuat semua menyadari bahwa perlindungan terhadap diri, keluarga dan kerabat dimanapun berada harus ditingkatkan lagi, mengingat daya sebar virus ini sungguh sangat tidak dapat diduga. Dia berharap, semua dapat memaknai hal ini secara mendalam, dan ikut mengawal kondisi sekitar tempat tinggal.
"Karena kondisi saat ini bagi saya bagaikan perang, dan medan tempurnya ada disekitar kita. Kita berperang dengan virus yang tak kasat mata, menguji ketangguhan dan rasa kemanusiaan kita," ujarnya.
Nanny menambahkan, saat ini rumah sakit dan bahkan Puskesmas, sudah sangat kewalahan menangani pasien COVID-19. Hal ini membuat masyarakat yang terkena COVID-19 dapat terlambat ditangani karena harus menunggu antrian yang panjang.
Dia juga menyampaikan, tidak semua kasus COVID-19 membutuhkan perawatan di rumah sakit. Jika menemukan masyarakat sekitar yang mengalami gejala COVID-19, segera bantu untuk melaporkan ke Puskesmas, agar dapat segera dilakukan testing dan tracing, bantu sediakan termometer atau oksimeter, agar suhu tubuh dan saturasi oksigen dapat terus dipantau. Apabila, mengalami perburukan kondisi, segera laporkan, agar dapat dirujuk ke tempat isolasi terpusat, atau ke Rumah Sakit. Koordinasikan dengan seluruh perangkat yang ada, untuk gotong royong membantu warga yang sedang isolasi mandiri, maupun sedang dalam keadaan darurat, dan butuh segera ditangani.
"Jangan menganggap enteng setiap kasus yang ada, apalagi mengucilkan warga yang terkena COVID-19," katanya.