nasional

Aparat Harus Mampu Menyelami Kultur Masyarakat Papua, Azis Syamsuddin: Tegas Bukan Berarti Keras!

Senin, 15 Maret 2021 | 20:45 WIB

Jakarta, bidiktangsel.com - Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin meminta jajaran aparat Kepolisian dan TNI untuk tidak mundur selangkah pun dalam menghadapi ancaman dan tantangan pelaku kekerasan bersenjata di Kabupaten Intan Jaya.

Meski demikian, untuk menjaga situasi dan kondisi kamtibmas di wilayah Intan Jaya untuk tetap kondusif, aparat harus mampu menggandeng Pemerintah Daerah lewat dialog maupun pendekatan.

"Sama-sama kita cermati, kondisi di Kabupaten Intan Jaya mulai kondusif. Upaya yang dilakukan Polri dan TNI mampu membuat situasi keamanan membaik sehingga mendukung pelayanan masyarakat," terang Azis Syamsuddin dalam siaran pers yang disampaikan, Senin (15/3/2021).

Konflik bersenjata antara aparat TNI/Polri dengan KKB di Intan Jaya mulai Oktober 2020. Puluhan orang meninggal dunia, tidak saja dari aparat TNI/Polri serta pentolan KKB, tetapi korban berjatuhan dari masyarakat sipil.

Agar tidak menimbulkan korban jiwa, Azis berharap, aparat perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat, bahwa kehadirannya di Intan Jaya saat ini semata-mata untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata, dalam hal ini KKB.

"Negara hadir di Intan Jaya untuk melakukan penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum. TNI dan Polri adalah bagian dari rakyat, maka harus pula menyelami isyarat di setiap wilayah," imbuh Azis.

Teror dan ancaman dari KKB, sambung Azis, selama ini menggangu kehidupan masyarakat setempat. Mengedepankan dialog menjaga situasi tetap kondusif sudah menjadi keharusan bagi TNI dan Polri dalam mengamankan teritorial.

Halaman:

Tags

Terkini