nasional

Penurunan Besaran Insentif Tenaga Kesehatan Disorot, Azis Syamsuddin: Jagalah Spirit Garda Terdepan

Sabtu, 6 Februari 2021 | 23:00 WIB

Jakarta, bidiktangsel.com - Indonesia mencatatkan penambahan pasien COVID-19 sebanyak 11.749 kasus, dengan 9.674 orang dinyatakan sembuh dan 201 orang meninggal dunia atau 31.202 orang wafat sejak kasus pertama ditemukan di Tanah Air pada Maret 2020. Data ini tersaji, pada Jumat (5/2/2021).

Dengan penambahan ini, maka terdapat 176.672 kasus aktif di Indonesia. Melihat besaran angka-angka yang tersaji, DPR RI meminta Pemerintah mengkaji dan mempertimbangkan kembali besaran penurunan insentif bagi tenaga kesehatan. Ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin.

"Tenaga kesehatan, merupakan garda terdepan dalam penanganan wabah. Berjuang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien terinfeksi Covid-19, bahkan di antara mereka sampai kehilangan nyawa saat bertugas. Ini menjadi keperihatinan kita semua," terang Azis Syamsuddin, Sabtu (6/2/2021).

DPR berharap, tunjangan tenaga kesehatan tidak mengalami penurunan dari jumlah sebelumnya. Insentif nakes merupakan bentuk apresiasi dari negara untuk memotivasi dan menjaga spirit tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19, maka sangat disayangkan bila insentif mengalami penurunan.

"Kami akan terus mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengawasi penyaluran pemberian insentif yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), dan meminta Pemda menyederhanakan proses administrasi untuk mempercepat penyaluran dana insentif," tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Azis meminta rumah sakit rujukan Covid-19 terus aktif mendata tenaga kesehatan yang berhak mendapatkan insentif guna diajukan kepada Kemenkes dan Pemda masing-masing. Sehingga, dapat segera diproses untuk pencairan, serta melaporkan kembali apabila telah menerima dana insentif.

"Sehingga, proses penyaluran dana insentif dapat diverifikasi dan dimonitor," jelas pria jebolan University of Western Sydney, Australia tahun 1998 itu.

Halaman:

Tags

Terkini