nasional

Multifinance Astra Hadir Memberikan Pelayanan Pembiayaan Terbaik

Senin, 1 Februari 2021 | 21:08 WIB

In shaa Allah, kata Inung, bila kondisi pulih dari pandemi Covid-19 nanti, kami berharap dan punya keyakinan bahwa pembiayaan syariah ini akan berkembang baik, apalagi pemerintah beberapa waktu terakhir sangat mendorong ekonomi syariah di negeri ini yang mayoritas umat Islam dan terbesar di dunia. 

“Semua mengakui, begitu juga kami, bahwa potensi ekonomi syariah, termasuk pembiayaan syariah sangat besar ke depan di Indonesia. Semoga PT Sharia Multifinance Astra, yang merupakan perusahaan syariah pertama di Grup Astra, mampu berkontribusi bagi perkembangan ekonomi di Indonesia ke depan,” tambah Inung.

Menurut Inung, sebelum pandemik Covid-19, trend pemorsian haji maupun keberangkatan umroh dari Indonsia terus meningkat. Pada tahun 2018 pemorsian haji (masyarakat yang resmi mendaftar haji)  mencapai 679.945 orang di Indonesia. Angka itu naik menjadi 730.2235 orang pada tahun 2019 serta turun hampir separuhnya pada tahun 2020, yakni 410.850, orang, karena kondisi pandemik.

Pemorsian haji ini memang harus dilakukan, karena minat dan calon jamaah haji yang cukup tinggi, selain kuota yang diberikan ke Indonesia sekitar 200.000-an setahun. “Untuk itu kami memfasilitasi para calon jamaah haji dengan memastikan pemorsian hajinya melalui pembiayaan syariah bagi yang belum mendaftar,”jelas Inung.

Sementara itu, data keberangkatan umroh tahun 2018 tercatat 1.050.000 orang, kemudian tahun 2020 mencapai 1.260.000 dan tahun lalu, karena sebagian besar penyelenggaraan umroh dan haji sangat dibatasi akibat pandemik, jumlahnya turun menjadi 252.000.

Sebaiknya lakukan pemorsian haji

Senada dengan Inung,  Direktur PT Sharia Multifinance Astra, Yulian Warman, menjelaskan bahwa pemorsian haji ini memang perlu dilakukan oleh para calon yang berniat berangkat haji, karena pemorsian haji itu minimal memastikan calon haji sudah masuk daftar tunggu, apalagi lama antrian atau daftar tunggu rata-rata provinsi di Indonesia sudah relatif panjang. “Bahkan ada lama antrian Jemaah haji Indonesia di atas 30 tahun, yakni di provinsi Kalimantan Selatan, yakni selama 33 tahun,” ungkap Yulian Warman.

Untuk melayani para Jemaah calon haji, brand Amitra, baik yang dijalankan Unit Usaha Syariah (UUS) FIFGROUP, maupun PT Syaria Multifinance Astra, bekerjasama dengan 16 perbankan Syariah, sementara untuk melayani umroh bekerjasama dengan 337 mitra, yakni travel biro resmi yang benar-benar sudah mempunyai kualitas pelayanan tinggi. 

Halaman:

Terkini