Jakarta, bidiktangsel.com - Kementerian Kominfo terus meningkatkan upaya memerangi infodemi yang membawa virus hoaks atau berita bohong ini dengan menyediakan layanan pengaduan Chatbot Anti Hoaks yang dirancang untuk menjawab setiap pertanyaan publik mengenai informasi yang masih diragukan kebenarannya. Laporan yang diterima Kementerian Kominfo akan diverifikasi sebelum ditindak.
Di era informasi yang serba digital, satu disinformasi atau hoaks saja bisa diviralkan ke ribuan orang dengan cepat melalui berbagai platform. Dari catatan Kemkominfo, dalam kurun waktu 3- 12 Januari 2021 sudah ada 11 disinformasi atau hoaks yang tentang vaksin COVID-19. Ini berarti hampir tiap hari ada disinformasi dan hoaks yang dibuat dan diedarkan.
“Kemkominfo juga telah berkoordinasi dengan empat platform media sosial untuk bersama-sama menangani hoaks terkait COVID-19 di Indonesia serta melakukan patroli siber terhadap konten konten bermuatan hoaks maupun penyalahgunaan informasi dengan waktu operasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu,” jelas Dedy Permadi.
Selain itu, Mafindo bekerjasama dengan WhatsApp juga membuat chatbot pengecek fakta. “Pada umumnya, masyarakat Indonesia hanya melihat judul berita yang sensasional tanpa membaca isinya lalu langsung meneruskannya ke grup chat mereka," tutur Septiaji Eko Nugroho. “Dengan chatbot Turn Back Hoax di nomor WA 0859-2160-0500 kita bisa memverifikasi informasi dan berperan dalam menekan disinformasi," ujarnya.
Ancaman infodemi ini sangat berbahaya bagi masyarakat. “Mari kita bersama-sama untuk tidak mudah terpengaruh sebuah informasi karena tidak semua informasi yang membanjiri dunia ini benar dan valid. Kita harus teliti dan tidak menjadi bagian dari penyebaran virus disinformasi dan hoaks ini,” pesan Dedy Permadi. (*/Red)