Jakarta, bidiktangsel.com – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin merespon langkah Kementerian Kominfo maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan menindak-lanjuti konten-konten negatif termasuk sebaran hoaks terkait dengan penyelenggaraan Pilkada 2020.
”Jika ada 64 muatan yang sedang ditindaklanjuti dan 13 konten sudah di-take down. Artinya hari ini bisa bertambah lagi konten negatif dan narasi hoaks itu. Kita tidak inginkan ini. Momentum pilkada harus mampu menutup akses pihak-pihak yang ingin memecah belah,” papar Azis Syamsuddin, Kamis (19/11/2020).
Dewasa ini, sambung Azis Syamsuddin, beredarnya berita bohong, palsu, fitnah atau hoaks, yang menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat, telah dianggap sebagai informasi atau berita yang benar akibat masifnya berita hoaks.
Ketidakpastian informasi yang secara sembarangan disebarkan dapat menyebabkan keresahan di ruang publik masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah tindakan untuk dapat meningkatkan kesadaran maysarakat Indonesia dalam mempercayai informasi yang mereka peroleh.
”Terutama informasi yang diperoleh melalui ponsel pintar dan internet. Ini menuntut kesadaran masyarakat dalam memilah agar tidak menyebarkan keresahan di Masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Informatika juga punya tugas berat itu hal ini,” papar pria jebolan Universitas Western Sydney itu.
Belajar dari misinformasi dan disinformasi, lanjut Azis Syamsuddin, Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah selayaknya mampu memberikan edukasi. Dari apa maknanya arti misinformasi dan disinformasi.
”Banyak publik yang tidak tahu, apa itu satir, false connection (koneksi salah). Sampai terapan clickbait, konten yang berharap page view (Laman dilihat) untuk mengerik keuntungan finansial,” papar politisi Partai Golkar itu.