nasional

Menjaga Kewarasan Publik Lewat Pertunjukan Teater Virtual “Sutradara Ngekting”

Minggu, 8 November 2020 | 06:45 WIB

Narasumber menyoal eksistensi seni dalam realitas dan tantangan budaya global. Kesenian yang dapat berdialog dengan berbagai perubahan, khususnya di tengah masa pandemi covid-19 saat ini.

“Kami mempersiapkan beberapa pola komunikasi jarak jauh (virtual). Inilah pendekatan sementara yang bisa kami lakukan sebagai pelaku seni. Sosialisasi penciptaan, refleksi dan manifestasi dan estetika.

"Melakukan transfer pengetahuan. Mengembangkan wacana. Berdiskusi jarak jauh, serta mempresentasikan karya seni secara virtual,” ungkap Iwan.

Proses Kreatif Iwan Burnani,
Keberadaan Iwan Burnani di seni teater memang tak lepas dari histori kehidupan WS Rendra. Sejak tahun 1972, Iwan bergabung di Bengkel Teater Yogyakarta yang dipimpin WS. Rendra. Di grup ini Iwan kerap dipercaya menjadi Asisten Sutradara (Tahun 1976 – 1986).

Tahun 1986, Iwan ikut membidani dan menjadi salah satu pendiri Bengkel Teater Rendra di Jakarta, setelah selama 8 tahun Bengkel Teater (Yogyakarta) dilarang pentas oleh Pemerintah.

Di tahun berikutnya, tahun 1978 Iwan juga mendirikan group Barock bersama musisi, Sawung Jabo, dan mendirikan Teater Baling-Baling bersama Musisi Rock, Bangkit Sandjaya.

Belasan pertunjukan teater telah dicecap Iwan Burnani, sejak ia bergabung di Bengkel Teater di Yogyakarta. Pertunjukan tersebut, Mastodon Burung Condor (1973), Antigone (1974), Oidipus di Colonus (1975), Hamlet (1976), Lysistrata (1977), Panembahan Reso (1986),dan Oidipus Rex (1987).

Halaman:

Tags

Terkini