nasional

Ir H Permana, Dari Honorer Hingga Jadi Birokrat Sukses Di Era 4 Gubernur Berbeda

Rabu, 2 September 2020 | 15:36 WIB


Selanjutnya pernah ditugaskan menangani proyek lahan gambut 1 juta hektare untuk 10 ribu KK transmigrasi selama tiga tahun di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Atas prestasinya dalam sejarah Departemen Transmigrasi, dia dipromosikan sebagai Kapala Kantor Departemen (Kakandep) Kabupaten OKU di Baturaja, Sumatera Selatan, hingga tahun 2000. Dan di sinilah pria asal Bandung ini mengawali karirnya sebagai birokrat daerah di Sumatera Selatan.


"Adanya otonomi daerah, saya mencoba berkarir sebagai pegawai daerah dan diangkat oleh Bupati OKU Syarial Oesman kala itu sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selama dua tahun," ujar pria yang hobi olahraga Tenis ini, Senin (24/8/2020).


Selanjutnya ayah tiga anak ini kembali ditarik ke pusat sebagai staf khusus pembuatan UU kepariwisataan di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI hingga 2005. Kemudian ketika mantan atasannya di Kabupaten OKU Syahrial Oesman menjadi Gubernur Sumsel kala itu, Ir Permana kembali ditarik ke Sumsel dan mengisi pos jabatan Kepala Badan Kominfo Pemprov Sumsel.


Pada masa Gubernur Sumsel Mahyudin (gubernur transisi) masa pilkada DPRD ke pilkada langsung pertama kali 2007/2008 ia diangkat menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sumsel.


Jabatan ini pun bertahan hingga 6 tahun hingga pada masa Gubernur Sumsel Alex Noerdin dari tahun 2008.

"Melalui Program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), kita berbasil membawa BKPMD Sumsel menjadi terbaik ke-2 nasional dua tahun berturut-turut, investment Award dan 7 daerah tujuan investasi terbaik di Indonesia," kata mantan Birokrat Departemen Transmigrasi ini.


Di periode ke-2 kepemimpinan Alex antara 2014 - 2017, Permana kemudian dipercaya sebagai Kadis Perindustrian dan Perdaganan Sumsel sekaligus Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang akhirnya berprestasi menjadi TPID terbaik Se Sumatera.

Halaman:

Tags

Terkini