Ia menuturkan, ikan memiliki sumber protein dengan beragam keunggulan dibanding produk hewani lainnya. Sejumlah keunggulan ikan diantaranya; pertama mengandung asam lemak omega 3 tinggi untuk perkembangan mata, otak, dan jaringan syaraf. Kedua, ikan memiliki komposisi asam amino lengkap dan mudah dicerna serta diserap tubuh. Ketiga, mengkonsumsi ikan mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
Keempat, ikan dapat mencegah penurunan penglihatan pada usia lanjut. Selanjutnya, asam lemak omega 3 yang mengandung EPA dan DHA baik untuk tumbuh berkembang anak dan mencegah radang sendi pada manula. Keenam, ikan merupakan sumber vitamin D dan klasium bagi pertumbuhan tulang serta sebagai sumber vitamin B12 untuk mencegah pengeroposan tulang.
Edhy mengatakan, dalam pencegahan stuntiong, KKP berperan menindaklanjuti Inpores No 1 tahun 2017 tentang Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Target angka konsumi ikan nasional tahun 2024 sebesar 62,05 kg/kapita.
Untuk itu, Edhy mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika Universitas Binawan yang telah mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Saya berharap hal ini dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan peran masyarakat khususnya generasi muda untuk memanfaatkan potensi laut dan sumber daya ikan yang melimpah. Selain itu menjadikan ikan sebagai sumber protein masyarakat dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujar Edhy.
Atas Webinar ini, Edhy berharap menjadi poin penting dan disambut kampus-kampus lainnya. "Kami siap untuk bekerjasama," tuturnya.
Dekan Fakultas kesehatan masyarakat Dr Agung Cahyono menyatakan Fakultas Gizi Masyarakat Universitas Binawan siap mendukung upaya pemerintah dalam menangani permasalahan stunting dan program makan ikan ini.
"Besar harapan kami untuk bisa kolaborasi dengan KKP, melalui kegiatan tridarma perguruan tinggi," kata Agung.