Lanjut Dedi, LAKSI juga meminta para politikus untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam hal memberikan kritik kepada pemerintah, jangan sampai elit politik juga turut serta memanas-manasi situasi saat ini untuk kepentingan mencari popularitas dan menarik simpati publik.
"Jangan sampai elit politik membuat pro kontra dan konflik antar masyarakat yang berbeda pandangan politiknya," tegasnya.
Walaupun negara kita menganut sistem demokrasi dengan begitu bukan berarti masyarakat bisa seenaknya melakukan penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden.
"Selain itu menghina kepala negara itu tidak boleh, karena perbuatan menghina itu termasuk kedalam sikap tindakan tercela." pungkasnya. (*/db)