nasional

Perayaan Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional ke 21 Majelis Tinggi Agama Khonghucu (MATAKIN)

Jumat, 7 Februari 2020 | 00:46 WIB

Tema tersebut di ambil dari Kitab Suci Shu Jing V, Bab XXVII : 7

Hal ini menegaskan bahwa di samping kita semua wajib menanamkan, merawat dan menyebarkan Kebajikan, tetapi proses, cara atau metodologinya juga harus dilaksanakan dengan baik dan dijalankan dengan keteladanan. Bila dilakukan dengan kekuasaan atau semata karena mengandalkan kewibawaan tetap masih bisa menumbuhkan rasa takut atau keterpaksaan. Namun bila dilaksanakan dengan contoh teladan dari Sang Pemimpin atau melalui pendidikan karakter, niscaya tercerahkan semuanya.

-

Tampak hadir beberapa sosok pejabat dan pengusaha diantara umat Khonghucu dan undangan yang hadir yaitu :

  • Menteri Agama : Jenderal TNI Purnawirawan Fahrul Razi & istri.
  • Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan : Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, SH, SU, M.I.P
  • Anggota DPD RI 2019-2024, Dewa Kehormatan MATAKIN, Ketua ICMI : Prof. Dr. Jimly Ashiddiqie, SH, MH
  • Gubernur DKI Jakarta : H. Anies Rasyid Baswedan, SE, MPP, Ph.D
  • Menteri Agama Periode 2014 - 2019 : H. Drs. Lukman Hakim Saifuddin
  • Tokoh Nasional : Dr. Ir. Rizal Ramli, M.A.
  • Pengusaha yang Hadir : Victor Hartono (Djarum Fondation)
  • Presiden Direktur KIRIN : Bapak Haris Chandra
  • Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) : Bapak Teddy Sugianto
  • Ketua Umum Kowani : Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd

Perwakilan tokoh agama yang mewakili untuk menerima bibit pohon yaitu:
Bapak Lutfhi (Islam),
Romo Hery (Katholik),
Johnery Pandia (Kristen),
Wisnu Bawa Tanaya (Hindu),
Bhante Damiko (Buddha).

Ketua MATAKIN Pusat XS. Budi Santoso memberikan kata sambutan dengan tema Imlek "Wibawa kebajikan menumbuhkan takut hormat, gemilang kebajikan menumbuhkan kecerahan"
Kongzi bersabda : "Bila ingin tegak dan maju, bantulah orang lain tegak dan maju".

"Jika ada keadilan maka tidak ada persoalan kemiskinan. Imlek saatnya untuk instropeksi dan kontemplasi ke jalan awal yang diajarkan agama-agama yaitu menjadi manusia yang tidak saja beriman, tetapi tidak kalah penting mencintai sesama dan alam lingkungannya. Rukun, kerja keras dan peduli. Hidup kita punya manfaat untuk kebajikan. Hanya pada kebajikan Tuhan berkenan. Gus Dur adalah ayah ideologis yang memperlakukan semua umat beragama sama tanpa membeda-bedakan", ujarnya.

Dalam Acara Perayaan Imlek MATAKIN 2571 Kongzili di JCC dipertunjukan juga hiburan berupa Tarian Bhineka, Lagu Nasional, Atraksi Barongsay Tonggak "Kong Ha Hong" dan pemainnya ada yang beragama Muslim dan Kristen, group barongsay tersebut berkaliber dunia telah menjuarai kejuaraan Barongsay Tingkat Internasional juara ke 1 selama enam kali berturut-turut.

Mendekati penutupan acara diadakan pemberian kenang-kenangan cindera mata kepa ibu Sintha Gus Dur diwakili oleh Prof.Mahfud dan penyerahan simbolis bibit tanaman kepada perwakilan 6 pemuka agama yang hadir dan Ketua beberapa Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Pabuaran, Citereup dan lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini