Dalam menunjang Program UMKM Naik Kelas, disaat bersamaan Kadin Indonesia melakukan MoU dengan Moodah.Id, sebuah aplikasi guna membantu pelaku UMKM dalam membuat laporan keuangan disertai barcode produk. Pelaku UMKM hanya scan barcode produk yang masuk dan terjual, serta input biaya-biaya, maka laporan keuangan akan secara otomatis tercetak. Juga diberikan item rekomendasi untuk pelaku UMKM dalam mengelola usaha serta kebutuhan modal usahanya dalam aplikasi tersebut.
“Kami siap bekerjasama dan membantu pelaku UMKM Indonesia dalam mengelola keuangan secara mudah dan terukur, sehingga UMKM kedepan akan lebih baik,” Ujar Arini, Direktur Utama Moodah.Id.
Juga Kadin Indonesia melakukan penandatangan Mou dengan Soho Pancoran, dalam penggunakan ruang pertemuan untuk membantu kegiatan UMKM naik kelas.
Pencanangan Program UMKM Naik Kelas pada Rabu 15 januari 2020, diawali dengan pelatihan Pembuatan Rencana Usaha (Business Plan), dimana materi disampaikan oleh Raden Tedy (Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia). “Selama ini pelaku UMKM tidak banyak berkembang, karena dominan tidak memiliki rencana usaha. Dengan pelatihan pembuatan Rencana Usaha ini, diharapkan kedepan, pelaku UMKM memiliki suatu upaya yang lebih terarah dengan target yang ditetapkan,” ujar Raden Tedy mengawali sesi Training.
Program UMKM Naik kelas, salah satunya akan diisi dengan berbagai pelatihan oleh Kadin Indonesia antara lain; Pembuatan Laporan Keuangan, Perencanaan Usaha, UMKM Digital, Perpajakan, Tatacara pengajuan Kredit, Packaging produk, Strategi Usaha dan lain-lain.
Diharapkan program UMKM naik kelas, setidaknya dengan target 20.000 pelaku UMKM akan naik kelas ditahun 2020. Data UMKM naik kelas akan teradministrasi dan dipantau oleh Kadin Indonesia, melalu Aplikasi Moodah.
@yfi