PLTSa senilai 1-2 T berpenampilan seperti pabrik-pabrik di kawasan industri, apakah ini yg kita mau?
Kemal Pasya yang pernah menjadi Ketua Kadin Kota Tangsel ini mengatakan bahwa PLTSa tidak membentuk circular economic, banyak mata rantai ekonomi yang akan terputus.
"Contoh kecil saja, para pemulung dan lapak-lapak yang terlebih dulu merasakan dampak buruknya," ujarnya.
Syamsu Rijal menanggapi hal itu berkomentar, mungkin maksud nya bukan masalah desain bentuk bangunan nya yang dikritisi tapi kebijakan PLTSA yang mengharuskan investasi senilai 1,5 - 2 T walaupun sudah menjadi program pusat sebagai model pengelolaan sampah menghasilkan energi baru. (*)