nasional

Trending Topik Dengan Tagar #2020TangselBebas

Rabu, 21 Agustus 2019 | 12:39 WIB

Ngopi Se Warung, Opini - Uten Sutendy, seorang penulis sekaligus filsuf, yang malam itu (14/8) memancing kegaduhan di sebuah grup WhatsApp yang dimotorinya, Tangsel Club (TC).

Sebagian orang mempertanyakan tagar #2020TangselBebas yang dikirimnya ke grup. Bebas dari apa? Bebas dari siapa? Apakah saat ini Tangsel terkungkung atau terpenjara sehingga perlu digerakkan sebuah jargon yang menggelorakan kebebasan?

Jika bukan Bang Uten yang mengirim gambar bertagar itu, situasi barangkali akan biasa-biasa saja. Tetapi ketika seorang Presiden Tangsel Club—sebuah paguyuban para elit kota ini—yang mengeluarkan tagar itu, orang pantas bertanya-tanya. Apa makna dari kata ‘bebas’ itu? Apa maksud seorang Uten mengeluarkan kampanye dengan tagar itu?

Secara diplomatis Bang Uten menyerahkan pemaknaan terhadap #2020TangselBebas kepada masing-masing pihak. Setiap orang akan punya tafsirnya sendiri berdasarkan imajinasi dan kapasitasnya masing-masing.

Setiap anggota grup itu berhak meletakkan tagar itu pada konteks tertentu, sesuai kehendak orang per orangnya. Meski, memang, ketika ia dihubungkan dengan konteks Pilkada yang akhir-akhir ini menghangat, tagar itu menjadi seksi sekaligus provokatif.

Namun, itulah kekhasan seorang Uten Sutendy. Meski belum lama mengenalnya, saya menangkap banyak lapisan (layer) dalam setiap pemikiran dan ungkapan-ungkapannya. Bang Uten adalah pribadi yang secara ‘nakal’ senang menyembunyi kan makna sejati dalam setiap tulisan maupun ucapannya…

Kemudian ia melepaskan dirinya dari otoritas makna itu dan membebaskan semua pihak menafsirkan apa yang ia katakan atau kalimatkan. Ia adalah penulis dengan kelihaian ‘interplay’ tingkat tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini