Haryanto juga menyampaikan, kebersamaan, kesatuan dan gotong royong. “mari kita bina kerukunan, tidak ada pandangan perbedaan RAS, juga menjaga lingkungan yang aman, bersih, sehat akan menambah kenyamanan,” kata Haryanto penggagas kampung merah putih.
Menurut Haryanto, Kampung merah putih merupakan lambang keberanian dan kesucian serta kesetian.
“Selama ini ikon atau motto di Rw 013 belum ada, tapi di wilayah lain sudah ada, misalnya, kampung Panca Sila, kampung Garuda, kanpung warna warni, kampung Bhineka, kampung Pondok, kampung Gernuk.
“Dan saatnya di Rw 013 kelurahan karang tengah kita sebut kampung Merah Putih,” kata Haryanto yang disambut dengan tepuk tangan.
Haryanto selaku pencetus kampung Merah Putih di Karang tengah, mengapresiasi penuh atas kreatifitas dari warga yang peduli sosial lingkungan, ia berharap agar ditahun-tahun mendatang, jumlah para peduli lingkungan dan kreatifitasnya dapat ditingkatkan dan ditambah lagi.
Selanjutnya pembacaan doa yang dipimpin oleh ustadz Heryana, S.Ag. Merangkap Ketua Rw 013.
“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemersatu. Jadikanlah acara malam tasyakuran ini sebagai momentum, untuk semakin memperkuat tali persatuan dan kesatuan bangsa kami. Persatuan yang kuat dan kukuh, yang saling melihat sisi kesamaan diri, jauh dari perselisihan dan perpecahan yang hanya melihat sisi negatif dan menjauhkan nilai-baik di antara kami. Dan dalam pada itu, limpahkanlah rahmat dan karunia-Mu kepada kami dan segenap warga Rw 013 dan sekitarnya.” semua yang hadir meng Aamiinkan.
“Ya Allah, Ya Qadir, Tuhan Yang Maha Kuasa, Kami menyadari sepenuhnya, bahwa kemerdekaan suatu nikmat yang telah ditebus dengan jiwa dan raga para pejuang, syuhada, dan pahlawan, yang tulus, kami mohon kehadirat-Mu, berkenan kiranya Engkau mengampuni dosa-dosa para syuhada, pahlawan, dan pejuang kami, menerima amal-amal baik beliau, dan memasukkan beliau ke surga yang telah Engkau sediakan bagi orang-orang yang berbuat amal baik dan beribadah di dalam kehidupan ini, dengan semangat juangnya yang dapat kami teruskan pada generasi kami dan generasai setelah kami,” tutupnya ustadz Heriyana, S.Ag.