Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan dari orang tua Romdhoni, Jamhadi 52 tahun yang menyebutkan jika dirinya sama sekali tidak mengeluarkan biaya sepersen pun untuk anaknya hingga saat ini memenmpuh pendidikan di SPN Mandalawangi.
“Sama sekali saya tidak mengeluarkan biaya apapun terkecuali biaya beli bensin untuk Romdhani, karena harus mondar-mandir melengkapi persyaratan mendaftar,” sahut Jamhadi ketika ditemui saat meladang di sawah, Kamis (8/8).
Jamhadi awalnya tidak menyangka, jika anaknya (Romdhani) bisa lulus seleksi sebagai calon Bintara Polri dan saat ini sedang menjalani pendidikan di SPN Mandalawangi Polda Banten.
“Senang, bangga dan sangat bersyukur. Pokoknya, tidak ada tandingannya perasan saya saat ini. Siapa yang tidak terharu melihat anak kandung sendiri berdiri disana untuk menempuh pendikan sebagai calon Polisi selama 7 bulan kedepan,” kata Jamhadi.
Lebih lanjut, sebagai buruh tani Jamhadi menyebut anaknya sudah memiliki keinginan menjadi polisi sejak kecil. Hal tersebut dibuktikan Romdhoni untuk terus membekali diri baik fisik maupun secara mental.
Ia mengaku, anaknya selalu berlatih lari agar lolos tes fisik yang menjadi salah satu modal dalam seleksi calon bintara. Selain kekuatan fisik, Jamhadi menyebut anaknya juga rajin beribadah sebagai bentuk penyiapan mental spiritual.
“Anak saya selalu olahraga, sembahyang tahajud. Sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan saja,”ujar dia.
Jamhadi kemudian berkisah tentang keinginan kuat anaknya ingin menjadi seorang Polisi, meski dirinya hanyalah seorang buruh tani.